Oleh: Imam Shamsi Ali Al-Kajangi
Dalam beberapa hari terakhir ini terjadi kekerasan-kekerasan dan kekisruhan di beberapa kota di Inggris (United Kingdom).
Menurut informasi yang diterima hal ini dipicu oleh sebuah rumor tentang kekerasan yang dilakukan oleh seorang imigran asal Afrika ke seorang warga Inggris kulit putih.
Belakangan diketahui bahwa rumor itu memang hanya rumor yang tidak pernah terjadi.
Terlepas dari benar tidaknya rumor tersebut, kekerasan dan serangan yang dilakukan keada Komunitas Muslim di Inggris sangat disesalkan.
Selain karena harusnya sebagaimana masyarakat yang beradab perlu melakukan klarifikasi sebelum bereaksi.
Selain itu karena Inggris dikenal sebagai negara yang mengedepankan mengedepankan “the rule of law”.
Bukan negara yang mengandalkan “the rule of jungle” (hukum rimba dan main hakim sendiri).
Terlebih lagi tentunya karena Inggris mengklaim diri sebagai mbah demokrasi dan champion of human rights and religious freedom (pembela HAM dan kebebasan beragama).
Kenyataannya, kalaupun tuduhan kekerasan yang dilakukan oleh seorang imigran dari Afrika itu benar, Inggris gagal melindungi warganya dari kekacauan social (social chaos) ini.
Dengan terbuka kelompok garis keras warga putih (white supremacy) Inggris melakukan penyerangan dan kekerasan ke warga Muslim dan merusak beberapa rumah ibadah (Masjid).
Hal yang kini menjadi pemandangan memalukan di Inggris ini hanya menguatkan kembali minimal dua hal: satu, kerapuhan fondasi demokrasi yang seharusnya menjunjung tinggi kemerdekaan masyarakat, termasuk kemerdekaan beragama.
Dua, kemunafikan-kemunafikan pengakuan (claim) Inggris yang seolah lebih beradab dan dengan nilai-nilai universal (HAM; kebebasan, keadilan dan kemuliaan manusia).
Lebih dari itu, ledakan kekerasan-kekerasan ini juga mengekspos Islamophobia dan kebencian yang sangat mengakar di kalangan masyarakat Eropa dan Barat.
Artikel Terkait
Potret Keakraban TNI dan Warga Keerom Papua dari Masak hingga Makan Bersama
Yayasan Perempuan Penggerak Cianjur Resmi Dilantik
Keutamaan Kalimat Tauhid
Prabowo Diberi Cenderamata Bola oleh Presiden FIFA Bertuliskan Namanya
Kawan Aksi, Yuk Hadir dalam Agenda Roadshow Bus KPK yang Bakal Mampir ke Kota Bandung
Manajemen Kader
Siapa yang Memperoleh Kebaikan Orang Lain Hendaklah Membalasnya
Hukum Mengejek Sesama Muslim
Untung Tidak Seberapa, Tapi Ikhlas yang Bapak Ajarkan kepada Kita
Bersama Dinas TPHPKP, Kaukus Perempuan NU Cianjur Siap Gaungkan Petani Milenial Melalui Program YESS