Anti Imigran dan Islamophobia di UK

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 8 Agustus 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi Islamphobia. || Foto: Background Briefing: Islamophobia  By Dr Muhammad Rakib Ehsan●
Ilustrasi Islamphobia. || Foto: Background Briefing: Islamophobia By Dr Muhammad Rakib Ehsan●

Oleh: Imam Shamsi Ali Al-Kajangi

Dalam beberapa hari terakhir ini terjadi kekerasan-kekerasan dan kekisruhan di beberapa kota di Inggris (United Kingdom).

Menurut informasi yang diterima hal ini dipicu oleh sebuah rumor tentang kekerasan yang dilakukan oleh seorang imigran asal Afrika ke seorang warga Inggris kulit putih.

Belakangan diketahui bahwa rumor itu memang hanya rumor yang tidak pernah terjadi.

Terlepas dari benar tidaknya rumor tersebut, kekerasan dan serangan yang dilakukan keada Komunitas Muslim di Inggris sangat disesalkan.

Selain karena harusnya sebagaimana masyarakat yang beradab perlu melakukan klarifikasi sebelum bereaksi.

Selain itu karena Inggris dikenal sebagai negara yang mengedepankan mengedepankan “the rule of law”.

Bukan negara yang mengandalkan “the rule of jungle” (hukum rimba dan main hakim sendiri).

Terlebih lagi tentunya karena Inggris mengklaim diri sebagai mbah demokrasi dan champion of human rights and religious freedom (pembela HAM dan kebebasan beragama).

Kenyataannya, kalaupun tuduhan kekerasan yang dilakukan oleh seorang imigran dari Afrika itu benar, Inggris gagal melindungi warganya dari kekacauan social (social chaos) ini.

Dengan terbuka kelompok garis keras warga putih (white supremacy) Inggris melakukan penyerangan dan kekerasan ke warga Muslim dan merusak beberapa rumah ibadah (Masjid).

Hal yang kini menjadi pemandangan memalukan di Inggris ini hanya menguatkan kembali minimal dua hal: satu, kerapuhan fondasi demokrasi yang seharusnya menjunjung tinggi kemerdekaan masyarakat, termasuk kemerdekaan beragama.

Dua, kemunafikan-kemunafikan pengakuan (claim) Inggris yang seolah lebih beradab dan dengan nilai-nilai universal (HAM; kebebasan, keadilan dan kemuliaan manusia).

Lebih dari itu, ledakan kekerasan-kekerasan ini juga mengekspos Islamophobia dan kebencian yang sangat mengakar di kalangan masyarakat Eropa dan Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X