Islamophobia dan kebencian yang selama ini sengaja ditutupi dengan berbagai propaganda “nilai-nilai” (values) itu ternyata kenyataannya banyak bersifat“lip service” semata.
Dan kalaupun benar adanya, fondasi nilai-nilai itu sangat rapuh. Dalam bahasa Al-Quran: “maa lahaa min qaraar” (tidak memiliki fondasi).
Pengakuan Eropa dan Barat (termasuk Amerika) dengan nilai-nilai itu; seperti demokrasi, kemerdekaan, keadilan, penghormatan kepada hak-hak dasar manusia dalam kenyataannya.
Selain seringkali mengalami pencorengan dengan standar ganda (double standard) juga tidak memiliki akar yang kuat dan meyakinkan dalam realita kehidupan mereka. Pengakuan itu sangat rapuh, mudah goyah, bahkan tumbang.
Untuk memahami semua itu kita bisa ikuti berbagai peristiwa yang melibatkan negara-negara Barat, termasuk Amerika.
Kita masih ingat peristiwa kekerasan-kekerasan yang dialami oleh rakyat sipil di Afghanistan dan Irak. Mungkin yang paling heboh beberapa tahun lalu adalah peristiwa Abu Ghuraib di Irak.
Bahkan dalam beberapa bulan terakhir karakter ganda dan kerapuhan pengakuan nilai (kebebasan dan keadilan) itu semakin terbuka (exposed).
Pembunuhan massal dan genosida yang dilakukan penjajah Israel kepada bangsa Palestina tidak saja dibiarkan oleh mereka yang mengaku pembela dan pahlawan HAM, kebebasan, keadilan dan kemuliaan manusia (human dignity) itu. Justeru mereka menjadi bagian dari pelanggaran HAM yang paling nyata itu.
Karenanya apa yang terjadi hari-hari ini di Inggris kembali membuktikan karakter ganda, kemunafikan dan pengakuan nilai-nilai universal Barat yang rapuh itu.
Mungkin masanya bangsa Barat mengakui bahwa mereka memang perlu belajar dari dunia lain, termasuk belajar dari dunia Islam. Dunia yang seringkali menjadi korban permainan persepsi dan kepentingan.
Dunia Barat juga harus belajar sejarah. Bahwa jauh sebelum mereka eksis dan dikenal, Islamlah yang hadir membawa dan mengusung peradaban yang meteka akui sebagai “western values and civilization”.
That’s a fact and they just need to acknowledge!
Manhattan, Agustus 2024.
(Putra Kajang di Kota New York).
Artikel Terkait
Potret Keakraban TNI dan Warga Keerom Papua dari Masak hingga Makan Bersama
Yayasan Perempuan Penggerak Cianjur Resmi Dilantik
Keutamaan Kalimat Tauhid
Prabowo Diberi Cenderamata Bola oleh Presiden FIFA Bertuliskan Namanya
Kawan Aksi, Yuk Hadir dalam Agenda Roadshow Bus KPK yang Bakal Mampir ke Kota Bandung
Manajemen Kader
Siapa yang Memperoleh Kebaikan Orang Lain Hendaklah Membalasnya
Hukum Mengejek Sesama Muslim
Untung Tidak Seberapa, Tapi Ikhlas yang Bapak Ajarkan kepada Kita
Bersama Dinas TPHPKP, Kaukus Perempuan NU Cianjur Siap Gaungkan Petani Milenial Melalui Program YESS