Sadis...Oknum Polisi Berpakian Dinas di Ambon Perkosa Bocah Kelas 4 SD

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Sabtu, 1 Juni 2024 | 20:15 WIB
Tampang Syaiful Rahmat, Oknum Polisi di Ambon Rudapaksa Bocah Gadis kelas 4 SD. (Twitter @heraloebss dan ilustrasi/Pixabay)
Tampang Syaiful Rahmat, Oknum Polisi di Ambon Rudapaksa Bocah Gadis kelas 4 SD. (Twitter @heraloebss dan ilustrasi/Pixabay)

JournalNusantara.com - Ada apa dengan kepolisian di negeri ini? apa yang salah terkait dengan korps baju coklat ini. Bukankah mereka abdi negara para bahyangkara kebangsaan bangsa, pelindung dan pengayom masyarakat ? tapi kok akhir-akhir ini banyak sekali berita-berita yang bernada miring terkait kepolisian ini. 

Demikian pula yang terjadi di Ambon beberapa waktu lalu. Melalui unggahan di akun @Heraloebss disebutkan dalam narasinya bahwa ada pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur dan pelakunya adalah oknum polisi aktif. 

"Pelaku memaksa korban menonton film porno dan memaksa korban melakukan adegan seperti yang ada di film orang dewasa tersebut. Beberapa kali Pelaku menggunakan pakaian dinas kepolisian saat melakukan aksi bejat terhadap korban." tulisnya.
 
Selanjutnya dituliskan dipostingan tersebut "Inilah Tampang Oknum Polisi di Ambon yang berulang kali Perkosa anak kelas 4 SD korban diancam pakai Pistol." jelasnya. 
 
Beragam komentarpun menyemarakan akun pengunggah seperti akun @anti_tesis: "
Terlepas diancam pistol apa gak, tetap ada pengancaman. Demi keamanan pelaku, pilihannya cuma mati atau seumur hidup tanpa remisi. Ada org yg menganggap hukuman krn bvnvh org itu trivial matter. Sel isolasi bagus soalnya polkis+pedo gatau deh sesama napi mau ngapain." cuitnya. Lantas akun @Setyawan_Ars: "Kenapa harus pake kata kata oknum sih, tinggal bilang aja polisi gitulo, nyatanya gada polisi bener, kalo polisi ada yg bener ga akan amburadul hukum negara ini." ketusnya. 
 
Hal senada juga dikemukakan oleh akun @hayirjih: "Dor aja palanya sampe berceceran otaknya, bilang aja ga sengaja pistolnya lupa dikunci waktu amanin pelakunya berontak. Gue setuju deh yg gini-gini langsung mampusin aja di tempat ga usah babibu, najis se-najis najisnya." tulisnya pula. Lantas komentar akun @semut_daun01: "Saya ga akan menyebut oknum, tapi sebutlah polisi. Berhubung polisinya ga benar maka hukum di negara ini menjadi amburadul. Polisi kok mencabuli anak kelas 4 SD. Padahal gaji ada, tunjangan gede, lebih baik cari bo dari pada cabulin anak SD kelas 4." pungkasnya. ***
 
Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X