(Belajar dari Imam al-Ghazali)
“Lisan adalah juru bicara hati;
siapa yang menjaga lisannya,
berarti menjaga kehormatannya,
ia menjaga kehormatan diri”
Petuah ini mengajarkan,
bahasa adalah cermin batin
Bila memantulkan kejernihan,
penghormatan datang dari orang lain
Bila hati bersih,
tak ada waktu berselisih
Bila hati keruh,
semua seperti musuh
Lisan adalah medium
Penghubung hati dengan dunia
Dapat membuat orang tersenyum
Atau bisa terluka karenanya
Menjaga lisan kita
Sejatinya menjaga kejernihan batin
Demi menjaga kemuliaan dirinya
Dengan cara menghormati orang lain
Lisan memiliki kekuatan
Yang mampu menggerakkan hati
Mengubah pikiran, dan menuntun peradaban
dengan getaran yang ada di dalam hati
Malang, 12 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Konsep Baru dalam Meningkatkan Keterampilan Negosiasi di Kalangan Pusat Sertifikasi PLN Bersama Qoach Afiq
Menguasai Interaksi, Mengenal Empat Gaya Komunikasi Utama
Mutiara Pagi: Orang Bijak 2 (Bagian 1993)
Tangan Tetap di Pelatuk, Memaksa Zionis Tunduk
Tanda Jiwa Nahdliyyin, Jelmaan Karomah Mbah Hasyim Asy'ari
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Harmoni Masjid dan Alam, Menanam Kebaikan dan Menuai Kesejukan (Bagian 8)
Teknisi Nakal dari Bandung Bikin Resah Cianjur, Dony Sanjaya Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penipuan Servis Gawai
Menyoal Makan Bergizi Gratis (MBG), Bertaruh Politik di Pilpres 2029
Mutiara Pagi: Sehat itu Mahal ( Bagian 1994)
Sinergi Pemerintah, DPR, dan Garda HAM Kawal P5HAM di Desa Bojong