Orang bijak berjalan perlahan,
tak tergesa menilai kehidupan,
setiap langkahnya menyimpan pesan,
penuh hikmah yang datang dari Tuhan
Menegur tanpa melukai,
menasihati tanpa meninggi
Baginya kebijaksanaan sejati,
bukan suara keras, melainkan getar nurani
Tidak mencari pujian manusia,
Tak butuh panggung dunia
Di ruang batinnya yang sunyi,
kebenaran bersemayam abadi
Setiap perbedaan
Melahirkan sebuah kesadaran
Bukan penghakiman
yang menimbulkan persoalan
Menunduk saat dunia bersorak,
tersenyum saat orang lain menolak,
di dadanya selalu ada taman,
tempat bunga mekar dalam keikhlasan
Ketika malam datang menghampiri,
tak gentar dengan gelap yang pekat,
sebab dalam hatinya telah terpatri
bintang-gemintang akan tetap terlihat
Malang, 10 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mengubah Bayangan Menjadi Cahaya, Menghilangkan Rasa Rendah Diri
Mengatasi Badai, 5 Tantangan Utama dalam Meraih Kesuksesan
Cantik Cetar Membahana: Lebih dari Penampilan, Ini Soal Kekuatan Diri
Oase di Tengah Terik, Strategi Efektif Agar Rumah Selalu Adem
Mutiara Pagi: Orang Bijak (Bagian 1992)
Pengusaha EO Mengaku Tertipu Oknum yang Janjikan Proyek dari Wamendes
Cita Rasa Otentik dari Kota Beras, Menjelajahi Kuliner Khas Cianjur
BEM PTNU Tolak Keras Atlet Senam Israel di Indonesia, Langgar Konstitusi dan Lukai Solidaritas Palestina
Cara Efektif Mengusir Cicak dari Rumah
Konsep Baru dalam Meningkatkan Keterampilan Negosiasi di Kalangan Pusat Sertifikasi PLN Bersama Qoach Afiq