Setelah sukses di beberapa negara Timur Tengah, minus Saudi yang akan menjadi gongnya, kini Indonesia menjadi target utama.
Ada beberapa alasan kenapa Indonesia menjadi target utama. Selain karena Indonesia adalah negara Muslim besar dengan pengaruh global yang cukup besar.
Juga karena Indonesia adalah salah satu negara yang masih terus bertahan dan konsistensi untuk tidak membangun hubungan diplomasi dengan Israel selama Palestina belum merdeka.
Kehebohan kunjungan 5 orang Indonesia ke Israel dan ketemu Presiden Israel bukan sesuatu yang baru.
Juga kunjungan tokoh-tokoh Islam ke Israel dan/atau negara-negara pendukung utama Israel, seperti Amerika, bukan sesuatu yang mengejutkan.
Itu hanya penampakan kecil dari berbagai upaya yang mereka lakukan untuk menaklukkan konsistensi Indonesia dalam menolak hubungan diplomasi dengan Israel.
Berbagai seminar dan dialog antar agama di berbagai institusi Islam, termasuk UIN, hingga ke acara yang dibatalkan di Istiqlal.
Semua itu adalah bagian dari upaya mereka yang sangat agresif untuk mencapai tujuan mereka; terjalinnya hubungan diplomasi dengan Israel.
Ingat, bagi bangsa Indonesia khususnya umat Islam, kunjungan persahabatan ke Israel dan pertemuan dengan tokoh-tokoh politik zionis penjajah adalah bentuk pengkhianatan. Pengkhianatan terhadap rasa kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah.
Bahkan juga pengkhianatan kepada Konstitusi negara yang dengan tegas menentang penjajahan karena bertentangan dengan prinsip keadilan dan rasa kemanusiaan.
Hentikan pengkhianatan anda!
Artikel Terkait
HTI Reborn
Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Begini Kata Bek Timnas Calvin Verdonk
Piala Eropa 2024: Kemenangan Spanyol, Statistik, dan Lahirnya Bintang Baru
Plh Kadisdik Jawa Barat Tinjau Sekolah Terdampak Longsor
Sistem Penetapan Hukum Islam di NU
Gelaran Summerfest di Weltkulturen Museum di KJRI Frankfurt Berlangsung Sukses
Marah: Penyakit Hati yang Mengancam Kesehatan dan Keharmonisan
Gunung Padang, Piramida Tertua di Dunia
Vibes Titik Nol Kota Kendari
Pemain Badminton yang Pernah Dinaturalisasi Negara Lain