Dialog Antar Agama dan Gerakan Zionisme

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 08:00 WIB
Ilustrasi agama. (Foto: freepik.com)
Ilustrasi agama. (Foto: freepik.com)

Jawabannya adalah Yahudi yang beridiologi Zionisme. Tidak semua orang Yahudi adalah zionis. Akan terapi semua zionis mengaku Yahudi. Walau realitanya gerakan Zionisme justeru diinisiasi oleh seseorang yang tidak percaya Tuhan dan agama.

Mungkin mirip-mirip dengan kelompok-kelompok teroris yang pernah diafiliasikan ke agama Islam. Mereka semua mengaku Muslim. Bahkan merasa lebih Islami dibanding orang-orang Islam pada umumnya.

Masalahnya memang, masyarakat Yahudi yang hanya 16 juta di seluruh dunia itu pada umumnya mengimani Israel sebagai rumahnya. Bahkan semua orang Yahudi konon kabarnya berhak memiliki kaplin tanah di Israel.

Karena Israel dianggap bagian dari keimanan dan diyakini sebagai tempat perlindungan terakhir bagi umat Yahudi sebelum datangnya kehancuran (Kiamat).

Sehingga sangat wajar jika eksistensi Israel didukung oleh umat Yahudi walau tidak harus setuju dengan apa yang dilakukan oleh penjajah zionis kepada bangsa Palestina.

Di sinilah runyamnya sebagian besar umat Yahudi. Mereka complicit (bersekongkol) dalam keyakinan bahwa Israel selalu benar dan wajib dibela. Bahkan mereka yang mengaku bukan zionis dan dengan slogan perdamaian.

Kelompok-kelompok Yahudi yang di mana-mana mempromosikan Dialog dan kerjasama antar komunitas agama, pada umumnya jika bukan Zionis, ada pada golongan ini (persekongkolan). Salah satunya adalah AJC yang akhir-akhir ini sedang dihebohkan di tanah air.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa mari tetap melanjutkan upaya Dialog dan kerjasama antar umat beragama, bahkan dengan komunitas Yahudi.

Tentu dengan tetap konsisten dengan akidah yang diyakini masing-masing. Tapi semua itu harus dilakukan para konteks yang proporsional.

Melakukan Dialog dengan bermanis-manis bisa jadi penyakit. Penyakit insensitifitas dan kebal muka dan rasa. Di saat saudara-saudara kita dibantai tanpa rasa kemanusiaan dan anda bermuka manis dengan mereka?

Dan yang lebih penting lagi harus jeli dan berhati-hati jangan sampai dialog antar agama hanya jadi stempelan. Jangan-jangan di balik dari Dialog itu ada misi besar.

Khusus untuk Komunitas Yahudi, pastinya misi zionis Israel jadi misi utama untuk membela dan memenangkan Israel dalam dialog-dialog yang mereka lakukan.

Dan AJC adalah salah satu organisasi Yahudi yang misinya adalah mendukung dan mempromosikan Zionis Israel ke dunia internasional, khususnya dunia Islam.

Tujuannya agar negara-negara Islam luluh dan mengakui Israel sebagai negara dengan membangun hubungan diplomatik. Itu yang terjadi dengan beberapa negara Timur Tengah, termasuk Emirates, Bahrain, Sudah, Mesir, Jordan, dan lain-lain.

Semua bermula dengan dialog-dialog antar agama yang dibumbui dengan janji solusi dua negara (two states solution) sesuai dengan “Abrahamic Accord”.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

HTI Reborn

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Jalan Maju Chile

Rabu, 8 Juli 2026 | 06:44 WIB

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:19 WIB

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB
X