Bahkan umat Buddha yang kental diidentikkan dengan kelembutan dan kasih sayang juga bisa berbalik menjadi orang-orang yang bengis dan beringas. Dalam sejarah banyak contoh-contoh yang dapat kita temukan.
Pembantaian umat Islam Bosnia oleh umat Kristiani. Pembantaian umat Islam di Srilanka dan India oleh umat Hindu. Demikian pula pembantaian umat Islam Rohingyah oleh Umat Buddha.
Realita di atas mengingatkan saya sebuah percakapan yang terjadi antara saya dengan Sheikh Mustafa Ceric. Beliau adalah Grand Mufti Bosnia yang cukup ilmuan dan kharismatik.
Suatu ketika beliau hadir di PBB New York untuk menjadi pembicara dalam sebuah seminar tentang genosida. Saya Kebetulan hadir sebagai Imam mewakili Islamic Center New York.
Di selah-selah acara saya ketemu beliau dan bertanya tentang ayat dalam Al-Quran:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنۡهُمۡ قِسِّيسِينَ وَرُهۡبَانًا وَأَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ
(Sesungguhnya Engkau akan dapati orang yang benci kepada orang-orang beriman adalah orang Yahudi dan mereka yang musyrik. Dan sesungguhnya Engkau akan dapati yang paling dekat kepada kecintaan kepada orang-orang beriman adalah mereka yang mengaku sebagaj nashora. Hal itu karena di antara mereka ada Pendeta-Pendeta dan mereka tidak sombong” (Al-Maidah: 82).
Jawaban beliau: “Al-Quran itu benar 100 persen. Tapi ingat, Al-Quran dalam menyampaikan suatu hal pasti dengan konteksnya masing-masing. Karenanya dalam konteks kami justeru yang paling memusuhi kami adalah Kristiani.
Mereka membantai kami, membunuh anak-anak kami, dan memperkosa wanita-wanita kami. Saya tidak menolak Al-Quran. Tapi kami memahaminya dengan konteks yang proporsional”.
Dalam perjalanan kegiatan Dialog antar agama yang selama ini saya tekuni saya tetap pada pandangan itu. Bahwa pada semua komunitas, ada yang baik dan ada yang buruk.
Termasuk di komunitas Islam kita sendiri, ada segmen-segmen tertentu yang mengaku bagian dari umat tapi sesungguhnya antitesis dari keyakinan itu.
Islam misalnya mengajarkan “rahmah” atau cinta kasih, “salaam” atau perdamaian. Tapi ada elemen-elemen umat yang memiliki wawasan dan prilaku sebaliknya.
Karenanya generalisasi terhadap kelompok tertentu tidak bisa dibenarkan dan bertentangan dengan nilai “fairness” kepada orang lain.
Sebagaimana kita umat Islam tidak ingin dituduh teroris karena adanya orang-orang tertentu dari kalangan umat ini yang melakukan itu. Juga orang lain pastinya tidak ingin dituduh jahat karena adanya prilaku jahat sebagian orang yang berafiliasi dengan agama mereka.
Jika kita mengamati pembantaian bangsa Palestina di Gaza oleh penjajah Israel kita pastinya tergoda untuk memukul rata orang Yahudi sebagai penjahat.
Realitanya banyak juga orang Yahudi di berbagai belahan dunia, bahkan di Israel sendiri, yang menentang kejahatan Israel itu.
Demikian pula di Amerika, Eropa, dan lain-lain. Di Amerika mungkin sosok Senator Barnie Sanders adalah sosok yang paling tersohor.
Lalu siapa pelaku kejahatan yang terjadi kepada bangsa Palestina?
Artikel Terkait
HTI Reborn
Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Begini Kata Bek Timnas Calvin Verdonk
Piala Eropa 2024: Kemenangan Spanyol, Statistik, dan Lahirnya Bintang Baru
Plh Kadisdik Jawa Barat Tinjau Sekolah Terdampak Longsor
Sistem Penetapan Hukum Islam di NU
Gelaran Summerfest di Weltkulturen Museum di KJRI Frankfurt Berlangsung Sukses
Marah: Penyakit Hati yang Mengancam Kesehatan dan Keharmonisan
Gunung Padang, Piramida Tertua di Dunia
Vibes Titik Nol Kota Kendari
Pemain Badminton yang Pernah Dinaturalisasi Negara Lain