daerah

Konsumsi Pasca-Lebaran Lesu, Daya Beli di Pasar Ciranjang Cianjur Merosot 20 Persen

Senin, 18 Mei 2026 | 23:31 WIB
Daya beli di Pasar Ciranjang Cianjur merosot 20 persen (Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Geliat perdagangan di Pasar Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, belum sepenuhnya pulih setelah momentum Hari Raya Idul Fitri 2026.

Berdasarkan hasil pencatatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Ciranjang pada Senin (18/5/2026), mayoritas harga komoditas pangan sebenarnya cenderung tidak fluktuatif dan bertahan di angka yang sama dengan hari sebelumnya.

Namun, kondisi harga yang normal ini tidak serta-merta membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut kembali ramai.

Sepinya transaksi di kawasan pasar rakyat ini ditengarai akibat melemahnya kekuatan belanja konsumen hingga menyentuh angka 20 persen setelah masa libur Lebaran usai.

Dampaknya, volume kunjungan warga ke pasar mengalami penyusutan yang cukup signifikan. Kondisi pelonjakan yang sempat terjadi sebelum hari raya kini berganti dengan penurunan pendapatan yang harus dihadapi oleh para pedagang.

“Harga relatif stabil, tetapi jumlah pembeli berkurang. Setelah Idul Fitri terjadi penurunan daya beli masyarakat sekitar 20 persen,” ungkap pihak UPTD Pasar Ciranjang.

Dari daftar harga yang dirilis, beras kualitas medium saat ini dipatok Rp14.000 per kilogram dan varian premium dijual Rp15.000 per kilogram.

Komoditas lain seperti gula pasir lokal bertengger di harga Rp19.000 per kilogram, minyak goreng kemasan satu liter seharga Rp22.000, serta daging ayam ras pedaging yang menyentuh Rp34.000 per kilogram.

Untuk kelompok sayuran, harga cabai rawit merah justru melonjak dari Rp80.000 menjadi Rp88.000 per kilogram, sementara mentimun justru terkoreksi turun dari Rp11.000 ke angka Rp8.000 per kilogram.

Di lapak protein, harga daging sapi segar masih stabil pada angka Rp145.000 per kilogram, daging kambing Rp150.000 per kilogram, telur ayam Rp28.000 per kilogram, dan ikan nila Rp32.000 per kilogram.

Pengelola pasar mengonfirmasi bahwa tantangan terberat saat ini bukan pada pasokan barang, melainkan pergeseran perilaku belanja warga yang mulai beralih ke platform digital, sistem bayar di tempat, serta menjamurnya gerai modern.

Guna menyiasati persaingan dengan ekosistem digital dan mengembalikan keramaian pasar, pengelola kini menginisiasi kegiatan olahraga senam tiap akhir pekan di sekitar area pasar.

Langkah kreatif lain yang disiapkan adalah mengoptimalkan potensi wisata air lokal dan mempromosikan kudapan tradisional burcang.

Upaya adaptasi ini diharapkan mampu merangsang perputaran modal dan menjaga eksistensi pedagang kecil di tengah gempuran zaman.

Tags

Terkini

Empat Pilar Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:17 WIB