Ujian Integritas 17 Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur Masuki Fase Krusial

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Selasa, 19 Mei 2026 | 19:40 WIB
Ujian calon Pimpinan BAZNAS Cianjur (Ist)
Ujian calon Pimpinan BAZNAS Cianjur (Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Proses penyaringan figur baru untuk menakhodai Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur periode 2026–2031 kini telah memasuki fase krusial.

Sebanyak 17 kandidat terpilih melewati tahapan uji wawancara yang diselenggarakan oleh Tim Seleksi (Timsel) sebagai barometer akhir dalam mengukur kelayakan mereka sebagai pengelola lembaga amil zakat tersebut untuk lima tahun ke depan.

Agenda pengujian kompetensi lisan ini dilangsungkan di ruang rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cianjur, yang beralamat di Jalan Siliwangi Nomor 9, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat.

Dalam hal ini Sekretaris Tim Seleksi, Selamet Riyadi, mengonfirmasi bahwa seluruh kandidat hadir tepat waktu dan mengikuti mekanisme wawancara dengan tertib.

Ia menerangkan bahwa proses tatap muka ini berfungsi sebagai salah satu instrumen vital guna memetakan calon komisioner yang memegang teguh profesionalitas, kejujuran, serta mempunyai peta jalan yang konkret dalam memajukan tata kelola zakat.

“Peserta yang mengikuti merupakan hasil seleksi tes pengetahuan dasar serta penilaian makalah yang telah dilakukan oleh tim seleksi. Selanjutnya mengikuti tahapan wawancara sebagai bagian dari proses akhir seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur,” ujar Selamet Riyadi, Selasa (19/5/2026).

Ketujuh belas kontestan yang bersaing dalam sesi wawancara ini datang dengan latar belakang profesi dan rekam jejak yang beragam.

Nama-nama mereka yang memperebutkan kursi pimpinan tersebut antara lain KH Aden Ali Abdulloh, H Ahmad Fatoni Rozy, Ahmad Solihin, Asep Adang Kurnia, Ayi Mamduh, dan Budi Muhammad.

Kemudian Dadang Heri Sofyan Assaory, Dasep Ahmad Zaini, H Deny Saeful Rohman, Elis Rahayu, Ilin Solihin, H Muhamad Ichsan, H Muhammad Toha, Mustopa Kamal, Saepul Anwar, H Tata, dan U Awaludin.

Menurut Selamet, pendalaman lewat wawancara ini bukan sekadar pemenuhan syarat formalitas di atas kertas, melainkan sebuah metode komprehensif untuk menakar kesiapan mental dan konseptual para figur dalam mengemban amanah strategis di lembaga zakat pelat merah tersebut.

Aspek yang diuji menyangkut kapasitas kepemimpinan, kapabilitas manajerial organisasi, pemahaman terhadap sistem regulasi zakat, kedalaman pemahaman agama, hingga tekad personal dalam memaksimalkan potensi zakat demi mengentaskan kemiskinan di tengah masyarakat.

“BAZNAS memiliki peran strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Karena itu pimpinan yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa lembaga menjadi lebih profesional, transparan, dan akuntabel,” katanya.

Lebih lanjut Selamet menguraikan bahwa fungsi lembaga amil zakat modern saat ini tidak sekadar menjadi tempat penampungan dana vertikal dari umat saja.

Namun juga memikul tanggung jawab besar dalam merumuskan skema pengentasan problem kemiskinan, penguatan roda ekonomi umat, penyaluran bansos, penyediaan fasilitas pendidikan, hingga berkontribusi nyata dalam pembangunan kesejahteraan warga secara berkesinambungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Empat Pilar Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:17 WIB
X