Pelepasan Kloter 24 JKS Cianjur Diwarnai Haru, Jemaah Termuda Berusia 26 Tahun dan Tertua 91 Tahun

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Selasa, 19 Mei 2026 | 05:38 WIB
Jemaah termuda Cianjur berusia 26 tahun dan tertua 91 tahun (Ist)
Jemaah termuda Cianjur berusia 26 tahun dan tertua 91 tahun (Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Halaman Markas Kepolisian Resor Cianjur dipenuhi suasana emosional saat puluhan calon jemaah haji gelombang ke-24 asal wilayah tersebut bersiap menuju embarkasi.

Sebanyak 73 orang warga secara resmi dilepas untuk memulai rangkaian ibadah suci di Arab Saudi. Keberangkatan rombongan ini menandai partisipasi aktif masyarakat setempat dalam memenuhi panggilan rukun Islam kelima pada musim haji kali ini.

Prosesi sakral tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Cianjur Ramzi bersama jajaran unsur pimpinan daerah, kepolisian, organisasi keagamaan, serta instansi vertikal terkait lainnya.

Agenda pelepasan yang dimulai sejak subuh ini diawali dengan penyampaian laporan teknis mengenai profil warga yang berangkat. Dari total rombongan, komposisi jemaah terdiri atas 41 pria dan 32 wanita dengan latar belakang yang sangat bervariasi.

Plt Kepala Kementerian Agama Urusan Haji Kabupaten Cianjur, H. Herryanto, memaparkan rentang usia para tamu Allah tahun ini yang cukup kontras, di mana terdapat pemuda berusia 26 tahun bernama Hasim Arifin sebagai yang paling muda, sementara posisi paling senior diisi oleh A. Hidayatullah yang telah menginjak usia 91 tahun.

Dia menyampaikan, “Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, dan kelancaran selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.”

Berdasarkan data profil kelembagaan, tingkat pendidikan rombongan ini mayoritas didominasi oleh lulusan sekolah dasar, sementara dari segi mata pencaharian, sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan petani.

Dinamika sosial yang beragam ini dinilai mencerminkan universalitas ibadah haji bagi semua kalangan masyarakat tanpa memandang status sosial.

Pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya peran para petugas pendamping dalam mengawal perjalanan panjang tersebut.

Terkait tanggung jawab para pendamping, Herryanto menegaskan, “Kami berharap seluruh petugas mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta kesabaran dalam melayani para jemaah.”

Selain kesiapan mental petugas, para jemaah secara khusus diimbau untuk menjaga stamina fisik secara prima mengingat tantangan iklim dan padatnya aktivitas ibadah yang akan mereka hadapi di tempat tujuan.

Imbauan mengenai kesiapan menyeluruh juga terus digaungkan agar seluruh proses berjalan tanpa kendala berarti. Pihak panitia mengingatkan, “Perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

Karena itu kami berpesan agar seluruh jemaah mematuhi arahan petugas, menjaga kesehatan, serta memperbanyak ibadah dan doa.”

Prosesi simbolis penyerahan bendera kloter kepada tim medis pendamping menandai dimulainya pergerakan rombongan secara resmi, yang kemudian diiringi doa keselamatan oleh tokoh agama setempat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Empat Pilar Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:17 WIB
X