Journalnusantara.com, Cianjur – Kasus penangkapan dan penahanan sejumlah aktivis demonstran di Kabupaten Cianjur pada Agustus 2025 menjadi sorotan dalam sebuah diskusi publik bertajuk "Perlindungan dan Kepastian Hukum Atas Penangkapan Aktivis Demonstran" yang diselenggarakan hari Jumat (24/10/2025), mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di LBH Cianjur.
Diskusi ini dipicu oleh keprihatinan serius di kalangan masyarakat sipil atas belum adanya kejelasan hukum yang pasti, meskipun berbagai upaya telah dilakukan. Kasus ini mencuat setelah sejumlah aktivis demonstran ditangkap menyusul aksi demonstrasi pada Agustus 2025.
Berdasarkan informasi yang beredar, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur dilaporkan telah mencabut laporan terkait kasus tersebut.
Selain itu, Kapolres Cianjur juga sempat menyampaikan komitmen untuk membebaskan para demonstran yang ditahan. Namun, hingga saat ini, proses tersebut belum menunjukkan kepastian hukum yang jelas dan para aktivis masih menghadapi ketidakpastian.
Acara yang dimoderatori oleh Anton Johari ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk pihak kepolisian, akademisi, praktisi hukum, dan aktivis mahasiswa.
Para narasumber yang berpartisipasi adalah:
1. Kapolres Cianjur
2. Dr. Tanti Kirana, S.H., M.H. (Dosen UNSUR)
3. Delonix, S.H. (Kuasa Hukum Demonstran)
4. Isma Maulana Ihsan (Ketua HIMAT)
Artikel Terkait
Membaca Langkah Substantif Presiden, Reformasi Polri Berjalan Sunyi Tanpa Janji Komite Formal
PMII STAI Al-Azhary Lahirkan Kader Baru, IKA PMII Cianjur: Jangan Pernah Mundur dari Pergerakan
Memperkenalkan Kembali Tokoh Bangsa, Keturunan Eyang Kyai Hasan Maolani Kumpul di Cianjur
Indonesia-Afrika Selatan Perkuat Hubungan, Presiden Prabowo Sambut Hangat Kunjungan Kenegaraan Presiden Ramaphosa
Hari Santri, BEM PTNU Jabar Desak Pemprov Segera Cairkan Dana Hibah Pesantren dan Masjid Sesuai Perda
Mutiara Pagi: Cahaya Kebenaran (Bagian 2006)
Meneguhkan Peran Pesantren di Era Modern Lewat Semangat Hari Santri
Menebar Cahaya Kebaikan dari Pesantren untuk Negeri
Hiling Hati Sebelum ke Tanah Suci, 150 Jamaah Ikuti Manasik Umroh Agifah Tour & Travel
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Kontribusi Pesantren, Kiai dan Santri dalam Membangun Negeri (Bagian 10)