Journalnusantara.com, Cianjur – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAI Al-Azhary Cianjur sukses menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) yang digelar selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, (16–18/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa baru STAI Al-Azhary Cianjur yang bertempat di Yayasan Sabumesta, Desa Mekarsari, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
MAPABA menjadi gerbang awal bagi calon kader untuk mengenal lebih dalam sejarah, ideologi, dan peran PMII sebagai organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang keislaman dan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Mapaba Raya, Aditia, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini.
“MAPABA tahun ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan semangat kaderisasi dan membentuk mahasiswa yang siap berproses dalam bingkai nilai Aswaja dan NDP PMII,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII STAI Al-Azhary Cianjur, Nur Alim Abdul Gani, menekankan pentingnya melestarikan tradisi kaderisasi di tubuh PMII agar ruh perjuangan organisasi tetap hidup dari generasi ke generasi.
“MAPABA adalah titik awal perjuangan. Kami berharap seluruh peserta mampu meneruskan estafet pergerakan, menjaga marwah organisasi, serta menanamkan nilai-nilai Aswaja dalam setiap langkah,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Burhan Latip selaku perwakilan Ikatan Alumni (IKA) PMII Cianjur, memberikan pesan yang penuh makna kepada seluruh peserta MAPABA.
Ia menegaskan bahwa menjadi kader PMII bukan hanya tentang status keanggotaan, melainkan komitmen moral dan perjuangan.
“Menjadi bagian dari PMII berarti siap berjuang, berkhidmat, dan terus belajar. Jadikan pengalaman berorganisasi sebagai jalan pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai Islam dan kebangsaan,” pesannya.
Burhan juga menekankan, “Mundur satu langkah dari PMII adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai dan perjuangan organisasi. Karena itu, jadilah kader yang istiqamah, kokoh dalam pendirian, dan senantiasa membawa nama baik PMII di manapun berada," pungkasnya.
MAPABA ini diakhiri dengan prosesi pelantikan anggota baru dan pembacaan ikrar kader PMII, menandai lahirnya generasi penerus yang siap berkontribusi untuk agama, bangsa, dan masyarakat.
Artikel Terkait
Kontradiksi Tiga Golongan Jawa: Mengapa Hanya Santri yang Konsisten Melawan Penjajah?
Satgas Penanganan Pesantren Dibentuk Pasca Tragedi Al Khozini, Begini Respon Perhimpunan Pesantren Tradisional Indonesia
Mutiara Pagi: Percayalah (Bagian 2004)
GP Ansor Keluarkan Maklumat Bandung: Serukan Resolusi Jihad Jaga Kyai, Jaga Negeri
SMAN 1 Warungkondang Cetak Generasi Wirausaha Melalui Bazar Kreatif Sekolah
Adab dan Khidmah, Jembatan Ruhani Santri Menuju Cahaya Ilmu
Menjaga Marwah Santri Menuju Indonesia Emas, PKB Cianjur Gelar Silaturahmi Akbar Pesantren
Tolak Pembusukan Kiai dan Pesantren, BEM PTNU Se-Nusantara Geruduk TRANS7 dengan Tiga Tuntutan Mendesak
Mutiara Pagi: Kegagalan (Bagian 2005)
Misbah Abdul Rouf: Upgrading Merupakan Ikhtiar Awal Organisasi untuk Menjadikan Pengurus IPNU yang Tidak Prematur