Percayalah,
setiap tapak yang kita ayunkan,
tak pernah berjalan sendirian
Ada tangan lembut yang menuntun,
ada cinta suci yang memeluk turun
Meski kita kadang gelisah
Tetap menyertai setiap langkah
Sebab kasih-Nya teramat luas
Tak ada sekat pembatas
Melangkahlah dengan keyakinan,
sebab Tuhan tak pernah meninggalkan
Setiap hari ada anugerah baru,
bagi hati yang selalu menyatu
Percayalah,
setiap harapan,
akan tumbuh menjadi doa
selama iman,
masih bersemayam di dada
Menyampaikan pesan rahasia
Di balik setiap air mata
Yang tak selalu bisa dibaca
Oleh hati dan pikiran manusia
Malang, 21 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Ritual Minggu Pagi, Menciptakan Ketenangan dan Produktivitas
Secangkir Cerita Senja, Ngopi Santai dengan Bidadari Langit
Menjaga Marwah Pesantren, Benteng Moral dan Identitas Bangsa
Pemdes dan MUI Bojong Gelar Maulid Nabi, Hadirkan KH Cheepy Hibatulloh
Mutiara Pagi: Belajar Arti Ketenangan (Bagian 2003)
Menggenggam Makna di Balik Hormat Bendera
Marwah Kiai dan Pesantren Dilecehkan, Ansor-Banser DKI Segel Kantor Trans7
PH Shandhika Widya Cinema, 'Raja Infotainmen' di Balik Kontroversi Xpose Uncensored Trans7
Kontradiksi Tiga Golongan Jawa: Mengapa Hanya Santri yang Konsisten Melawan Penjajah?
Satgas Penanganan Pesantren Dibentuk Pasca Tragedi Al Khozini, Begini Respon Perhimpunan Pesantren Tradisional Indonesia