Journalnusantara.com, Cianjur - Sebagai partai politik yang berakar kuat dari rahim pesantren, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunjukkan perhatian dan keseriusan yang tinggi dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025.
Puncak peringatan HSN 2025 di Kabupaten Cianjur rencananya akan diwujudkan melalui kegiatan akbar bertajuk Silaturahmi dan Musyawarah Pondok Pesantren se-Kabupaten Cianjur.
Acara penting ini dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2025 di Pondok Pesantren Al-Khodiziyah, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kegiatan silaturahmi tersebut diagendakan untuk dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Ketua Dewan Syuro DPP PKB, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.
Selain itu, Musyawarah Pesantren ini akan menghadirkan Narasumber Utama Dr. KH. Cucun Ahmad Syamsurizal, M.AP, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Bupati Cianjur, dr. Wahyu Ferdian, Sp.OG., juga dijadwalkan akan turut diundang dalam acara ini. Keseluruhan kegiatan ini mengusung tema besar "Transformasi dan Inovasi Pondok Pesantren menuju Indonesia Emas 2045."
Ketua Panitia HSN DPC PKB Cianjur, Ajengan Ahmad Baihaqi, menyampaikan komitmen teguh PKB untuk senantiasa menjaga dan memperjuangkan kepentingan pesantren dalam setiap proses pengambilan kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menurut Ajengan Ahmad, setelah pesantren mendapatkan pengakuan formal melalui penetapan Hari Santri Nasional dan disahkannya Undang-Undang tentang Pesantren, agenda prioritas PKB berikutnya adalah mengawal implementasi dari undang-undang tersebut, termasuk peraturan perundangan turunannya seperti Peraturan Daerah (Perda) tentang Fasilitas Pondok Pesantren.
Selain fokus pada pengawalan regulasi, PKB juga secara tegas berkomitmen untuk membela pesantren dari segala bentuk pelecehan dan stereotip yang menyesatkan.
Ajengan Ahmad Baihaqi menekankan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter moral, dan bahkan berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan.
"Oleh karena itu, kehormatan pesantren, bersama dengan para kiai dan santrinya, wajib dijaga, dihormati, dan dilindungi oleh semua pihak," ucapnya.
Melalui agenda Silaturahmi dan Musyawarah ini, Ajengan Ahmad berharap akan lahir berbagai rekomendasi dan keputusan strategis yang krusial untuk pengembangan pondok pesantren di masa depan.
"Rekomendasi-rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi PKB untuk diperjuangkan dalam rangka mendorong transformasi dan inovasi pesantren menuju visi Indonesia Emas 2045," imbuhnya.
Artikel Terkait
Menjaga Marwah Pesantren, Benteng Moral dan Identitas Bangsa
Menggenggam Makna di Balik Hormat Bendera
Marwah Kiai dan Pesantren Dilecehkan, Ansor-Banser DKI Segel Kantor Trans7
PH Shandhika Widya Cinema, 'Raja Infotainmen' di Balik Kontroversi Xpose Uncensored Trans7
Kontradiksi Tiga Golongan Jawa: Mengapa Hanya Santri yang Konsisten Melawan Penjajah?
Satgas Penanganan Pesantren Dibentuk Pasca Tragedi Al Khozini, Begini Respon Perhimpunan Pesantren Tradisional Indonesia
Mutiara Pagi: Percayalah (Bagian 2004)
GP Ansor Keluarkan Maklumat Bandung: Serukan Resolusi Jihad Jaga Kyai, Jaga Negeri
SMAN 1 Warungkondang Cetak Generasi Wirausaha Melalui Bazar Kreatif Sekolah
Adab dan Khidmah, Jembatan Ruhani Santri Menuju Cahaya Ilmu