opini

Paradoks Pesta Raya Dangdut di Cianjur

Minggu, 13 Juli 2025 | 10:08 WIB
Link live streaming Dangdut Academy 7 Top 40 grup 5 (Instagram @dangdutacademy.indosiar)

Oleh: Nanang Gojali

Mendengar kabar bahwa pada Minggu, 20 Juli 2025, akan diselenggarakan acara bertajuk "Pesta Raya Dangdut" di Lapangan Prawatasari Joglo Cianjur, penulis merasa terpanggil untuk menyampaikan sedikit pandangan mengenai rencana acara tersebut.

Musik adalah orkestrasi dari tiga unsur seni vokal, irama, dan alat musik. Dari ketiga unsur ini, vokal dan irama disepakati bukan hanya boleh, tetapi bahkan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Manusia adalah makhluk seni, berkesenian, dan pencinta kreasi seni. Allah SWT sendiri adalah Dzat Yang Maha Indah, mencintai keindahan, dan menciptakan makhluk-Nya dengan penuh keindahan.

Keindahan inilah esensi seni dan kesenian. Dari sinilah lahir dan berkembang dalam Islam seni membaca Al-Qur'an, seni menulis Al-Qur'an (kaligrafi), seni memuisikan terjemah Al-Qur'an, dan sebagainya. Kesenian Islami sebagai salah satu media dakwah telah berlangsung lama dalam sejarah peradaban Islam.

Berbeda dengan unsur vokal dan irama, alat-alat musik selain rebana atau ketimpling masih diperdebatkan hukumnya di kalangan ulama. Bahkan, ada ulama yang mengharamkannya karena dianggap sebagai alat permainan setan yang dapat melalaikan (alatul malahy).

Inilah yang menyebabkan musik termasuk musik dangdut terasosiasi dengan hal-hal negatif. Terlebih, seperti dikatakan Ustaz Aceng, kenyataannya para penyanyi dangdut identik dengan penampilan seronok dan kostum yang mengumbar aurat.

Meskipun tidak semua penyanyi dangdut berpenampilan seperti yang digambarkan Ustaz Aceng, dan tidak sedikit yang berpakaian sopan bahkan berhijab seperti Gita KDI misalnya, namun penyanyi seperti itu langka adanya dan wannadir la yu'tabar (jarang dan tidak dapat dijadikan patokan).

Pada tahun 70-an, Rhoma Irama melakukan revolusi musik dangdut dengan ide mulia dan branding "Voice of Moslem", di mana ia ingin mengubah pandangan dunia terhadap musik dangdut yang semula dianggap musik kampungan, identik dengan lokalisasi dan perbuatan maksiat, menjadi musik sebagai media dakwah.

Mungkin saja apa yang diperjuangkan Bang Haji selama lima dekade itu membuahkan hasil dengan banyak orang yang sadar dan kembali ke jalan yang benar. Namun faktanya, musik tetap saja musik, dangdut tetap saja dangdut. Bang Rhoma pun tetap saja Raja Dangdut, tidak kemudian menjadi Raja Nada dan Dakwah.

Posisi Para Ulama

Dalam sambutannya di sebuah acara di Kecamatan Cugenang pada Kamis dua hari lalu, Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, sedikit menyinggung bahwa Islam adalah agama yang menghargai seni, di mana Al-Qur'an juga berbicara tentang seni dan kesenian.

Secara implisit, Wakil Bupati meminta dukungan kepada para ulama dan tokoh agama untuk mendukung upaya pengembangan kesenian di Kabupaten Cianjur. Mungkin yang dimaksudkannya adalah dalam mencari talenta-talenta baru penyanyi dangdut penerus Lesti Kejora, putri daerah yang sudah menjadi ikon penyanyi dangdut tanah air.

Permintaan Wakil Bupati tersebut jika memang benar demikian terasa agak aneh dan nyeleneh. Masa iya ulama diminta untuk mendukung "pembumian" musik dangdut di Cianjur? Bukan soal karena Cianjur adalah kota santri, tetapi karena tidak mungkin ulama sebagai penganjur kebaikan dan penjaga moral harus mendukung upaya memajukan musik dangdut yang meskipun bagian dari kesenian, namun tetap saja menimbulkan implikasi negatif berupa kemaksiatan.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB