Mi'rajkan Hati ke Hadirat Illahi Robby

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 22 Februari 2023 | 08:00 WIB
Hikmah di Balik Peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Layak Dijadikan Pelajaran! (freepik )
Hikmah di Balik Peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Layak Dijadikan Pelajaran! (freepik )

Dan benar adanya, sepeninggal keduanya, tekanan kafir Quraisy terhadap dakwah Nabi semakin menjadi-jadi. Dalam kondisi seperti itulah, Allah SWT menyampaikan kabar gembira, Nabi Muhammad akan direkreasikan tidak hanya lintas negara, tapi lintas alam dan dimensi.

Tamasya yang selanjutnya mendapat oleh-oleh berupa kewajiban sholat 5 waktu. Maka, sholat pada hakekatnya adalah sarana rekreasi jiwa seorang hamba kepada Tuhannya yang idealnya akan mendapat kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman.

Jika sholat seseorang tidak mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman, dipastikan orang tersebut salah dalam cara menempuh perjalanan sholatnya.
Sebenarnya, syari'at sholat sudah diwajibkan di masa awal Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul.

Sebagian ulama berpendapat, tata cara sholat pada awalnya hanya bertapa, munajat, dan berdzikir sebagaimana asal kata sholat sendiri yang berarti berdo'a, yang oleh Nabi dilakukan di Gua Hiro'.

Waktu sholat pada awalnya hanya sehari 2 kali saat pagi dan petang sebagaimana dlm QS Al Mu'min 55. Ibadah di malam hari saat itu tidak berbentuk sholat, tapi membaca Al Qur'an dengan Tartil semalam suntuk (QS Al-Muzzammil ayat 2 dan 5).

Pasca peristiwa Isro Mi'raj, kewajiban sebelumnya dihapus dan diganti dengan kewajiban sholat 5 waktu. Waktu bertambah, yaitu magrib dan subuh sebagaimana yang tercantum pada Surat Ar-Rum 17, di ayat 18 selanjutnya disebutkan waktu Isya' dan dhuhur.

Sementara kewajiban sholat ashar ada pada Surat A-Baqoroh 238. Penjelasan lebih rinci tentang awal dan akhir waktu setiap sholat kemudian diterangkan lebih lanjut lewat hadist para Sahabat.

Sementara tata cara sholat setelah Isro' Mi'raj yang tertera tekstual di al-Qur'an Surat Al-Baqoroh 238 hanya tentang khusyu'. Ini di perkuat dalam Surat Al Mu'minun 2 yang menyiratkan bahwa orang mu'min yang beruntung adalah mereka yang khusyu' dalam menjalankan sholatnya.

Itulah dimensi terpenting Mi'rajnya rohani yang menjadi inti dari penghambaan manusia kepada Tuhan nya. Selebihnya, tata cara sholat dijelaskan secara rinci dan luas dalam hadis fi'li yang diriwayatkan banyak sahabat waktu Rosul sholat bersama mereka "sholatlah kalian seperti aku sholat".

Kewajiban sholat adalah kewajiban utama dalam Islam, sehingga ada ancaman masuk Neraka Saqor bagi yang tidak menjalankannya.

Dan ini juga menjadi dasar ulama Ushul Fiqh dalam mewajibkan ibadah sholat sebagai penguat dari banyaknya redaksi al-Qur'an tentang perintah sholat dalam bentuk Fi'il Amar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X