Journalnusantara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Mahfud MD, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang mendapatkan dukungan publik untuk pemilihan presiden.
Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Hasil survei ini disampaikan pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, dalam program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ episode “Kekuatan Elektoral Nahdlatul Ulama” yang disiarkan melalui SMRC TV.
Saiful menjelaskan bahwa dalam pengalaman beberapa kali pemilu sejak 1999, ada kecenderungan calon presiden dari partai-partai nasionalis mengambil wakil dari kelompok Islam, terutama NU.
Baca Juga: Pemilik Jangari Hills, Fathan Kamil Maju Bacaleg DPR RI dari PPP
Survei SMRC pada Desember 2022 mengukur tingkat elektabilitas beberapa tokoh NU. Pertama adalah Muhaimin Iskandar karena merupakan ketua partai dengan basis massa NU, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Nama Mahfudz MD, menurut Saiful, juga penting dimasukkan karena merupakan menteri senior di Pemerintahan Jokowi. Mahfudz juga memiliki karier politik yang cukup panjang dan pernah aktif di PKB pada masa Gus Dur. Sementara Khofifah, selain sebagai Gubernur Jawa Timur, juga aktif di PKB zaman Gus Dur.
Saiful melanjutkan bahwa partai politik juga sering mempertimbangkan tokoh NU yang bukan orang partai, tapi senior, dianggap kharismatik, dan berpengaruh. Karena itu penting memasukkan nama mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj dan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf.
Baca Juga: KH Muhammad Kholilullah, Pendiri dan Masyayikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal Sukabumi
Survei ini menunjukkan bahwa di antara tokoh-tokoh utama NU saat ini, Muhaimin mendapatkan dukungan sebesar 18,2 persen; Mahfud 18 persen; Khofifah 15,4 persen; Said Aqil 2,9 persen; dan Yahya Cholil Staquf 2,6 persen.
Saiful menerangkan bahwa tiga nama teratas, Muhaimin, Mahfud, dan Khofifah memiliki dukungan publik yang seimbang. Tiga nama tersebut memiliki tingkat kedekatan yang sama dengan pemilih.
Dalam rentang waktu Desember 2021 sampai Desember 2022, suara dukungan pada Muhaimin bergerak dari 13,7 persen menjadi 18,2 persen. Suara Mahfud fluktuatif, 14,5 persen pada Desember 2021, sempat mencapai angka 22,1 persen di November 2022, dan menjadi 18 persen di Desember 2022.
Sementara suara dukungan pada Khofifah sebesar 18,9 persen di Desember 2021 menjadi 15,4 persen di Desember 2022.
Baca Juga: Duta Genre Kota Bogor 2022 Jadi MC Kegiatan Menteri
Melihat data tiga tokoh yang bersaing ketat ini, Saiful melihat tidak tertutup kemungkinan calon dari NU tidak tunggal seperti yang pernah terjadi dalam Pemilu presiden 2004.
Artikel Terkait
Gila...Pria Tua Sengaja Menginjak Bendera Merah Putih, Warganet Geram !
Tanamkan Karakter Islami, BKPRMI Cianjur Laksanakan Peragaan Manasik Haji
Panaskan Mesin Politik, PPP Konsolidasi Jelang Pileg 2024
Negara-Negara Tarik Bantuan dari Turki, Lantaran Situasi Tidak Aman
Pedestrian Cianjur di Jalan Siliwangi, Habiskan Dana Ratusan Juta Rupiah
Islamophobia di Eropa dan Amerika
Duta Genre Kota Bogor 2022 Jadi MC Kegiatan Menteri
Gas Elpiji Mahal, JIM dan Aliansi Mahasiswa Tolak Kenaikan LPG Kabupaten Cianjur
KH Muhammad Kholilullah, Pendiri dan Masyayikh Pondok Pesantren Sirojul Athfal Sukabumi
Pemilik Jangari Hills, Fathan Kamil Maju Bacaleg DPR RI dari PPP