Mi'rajkan Hati ke Hadirat Illahi Robby

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 22 Februari 2023 | 08:00 WIB
Hikmah di Balik Peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Layak Dijadikan Pelajaran! (freepik )
Hikmah di Balik Peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Layak Dijadikan Pelajaran! (freepik )

Oleh: Mualif Masykur


Isro Mi'raj adalah kejadian ghoib yang tentu hanya dipercaya oleh orang-orang yg bertaqwa.

Surat Al Baqoroh ayat 2-5 menjelaskan bahwa muttaqin adalah orang yang percaya kepada hal yang ghoib, mereka yang mendirikan sholat dan menginfaqkan sedikit harta yang telah Allah berikan rizqi kepadanya.

Di awal-awal surat ini juga tertulis redaksi adanya beriringan antara pelaku sholat dan membayar zakat.

Perintah beriringan kedua kewajiban tersebut banyak terulang di dalam al-Qur'an yang merupakan isyarat bahwa hubungan baik kita dengan Tuhan (kewajiban sholat) idealnya harus diteruskanu hubungan sosial yang baik dengan sesama (berbagi rizqi dengan sesama), bisa pula menjadi isyarat bahwa besok di yaumil hisab kedua perintah tersebut akan di hisab bersamaan sebagaimana keterangan dalam kitab tafsir surat Yasin.

Dengan demikian, yang tersirat dalam kejadian Isro' Mi'raj yang terjadi satu tahun jelang hijrahnya Rasulullah adalah perintah memperbaiki hubungan dua dimensi vertikal dan horizontal tersebut.

Maka, salah satu inti dari kejadian luar biasa ini adalah perintah Allah agar hati manusia Mi'raj (naik) kepada Tuhan lewat wasilah sholat yang diterima langsung oleh Rasulullah pada peristiwa ini.

Sholat adalah waktu yang Allah sediakan kepada hamba nya untuk bisa Mi'raj. Begitu pentingnya manusia untuk kembali mengingat Tuhannya lewat kewajiban menjalankan sholat, sebab hati yang kembali kepada Tuhan akan menyadarkan manusia pada posisi diri sebagai hamba.

Sebagai hamba tidak selayak nya takabbur dan merasa lebih tinggi dibanding dengan diluar dirinya. Apapun yang melekat pada dirinya baik kedudukan, kemuliaan, harta, nasab dan kehormatan adalah titipan yang Allah sematkan pada dirinya dan jika Allah berkehendak, dalam sekejap semuanya akan mudah untuk sirna.

Sejatinya seseorang yang hatinya kembali kepada Tuhan lewat "Mi'raj" saat sholat, orang tersebut akan tawadlu', merasa diri hina dengan tidak menganggap dirinya lebih beriman dibanding selainnya dan merasa hanya menjadi titik debu di antara luasnya semesta ciptaan-Nya.

Walau mayoritas ulama tidak menjadikan khusyu' sebagai syarat sah sholat, namun dalam surat Al- Mu'min tertulis orang mu'min yang beruntung adalah mereka yang khusyu' dalam menjalankan sholatnya.

Isro Mi'raj adalah rekreasi dhohir dan bathin Rasulullah saat beliau dalam masa kesedihan di tinggal istri tercinta yang membantu dalam dakwah segenap jiwa raga, yaitu Siti Khodijah dan pamanda Abu Tholib.

Dua nama tersebut menjadi perisai Rasulullah di masa awal perjuangan beliau mengenalkan agama baru. Orang Quraisy segan dengan keduanya, sebab baik Abu Thalib maupun Khodijah adalah orang berpengaruh di antara mereka.

Saat keduanya mendukung terhadap apa yang di lakukan oleh Nabi, maka ciut nyali para kafir Quraisy untuk mengambil tindakan frontal kepada Nabi. Maka, saat Nabi kehilangan dua benteng tersebut merupakan kesedihan teramat luar biasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X