Jalan tak pernah terbentang sekaligus; ia menyingkap diri bagi yang berani melangkah.
Lalu engkau bertanya:
"Apa yang membuat hariku masih berarti?"
Bukan karena dunia adil, atau esok pasti menang, tetapi karena engkau masih bebas memilih.
Memilih terang daripada silau. Kebenaran daripada kebisingan. Kasih daripada kebencian.
Memilih tetap jujur ketika dusta menguntungkan, tetap manusia ketika dunia kehilangan kemanusiaan.
Hidup tak diukur dari tinggi berdiri, melainkan dari dalamnya engkau berakar pada kebaikan.
Kelak, nama mungkin hilang, tetapi kebaikan, luka yang diubah menjadi kasih, dan harapan yang ditanam di tengah putus asa, tetap tinggal dalam semesta.
Maka berjalanlah. Jika berat, perlahan. Jika letih, beristirahat, tetapi jangan menyerah.
Sebab fajar tak mengusir malam dengan amarah.
Ia datang, dan dunia berubah.
Jadilah bukan cahaya yang memukau, tetapi terang yang menunjukkan jalan.
Selama nuranimu masih menyalakan cahaya di tengah gelap zaman, harimu tetap berarti.
Artikel Terkait
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Puluhan Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon
Menerjang Ombak dari Pulau ke Pulau, Dedikasi Mantri Perempuan BRI Menjaga Akses Keuangan di Wilayah Kepulauan Sulawesi Tengah
LPTQ Cianjur Matangkan Validasi Data Peserta Jelang MTQH XLVIII di Pagelaran
Cegah Konflik Nilai, Panitia MTQH Cianjur Perketat Aturan Penjurian Dewan Hakim
HUT Bhayangkara ke- 80, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Sebut Stabilitas Keamanan Polri Kunci Kelancaran Pembangunan
Mencegah Korupsi di Tatar Santri
Audiensi Putri Hijabfluencer Banten di Kelurahan Gelam Jaya, Matangkan Sinergi Program Pemberdayaan Perempuan
Mutiara Pagi: Berdamai dengan Kelebihan (Bagian 2257)
GMCM Pertanyakan Progres Proyek Jalan Cimaskara–Padasuka Senilai Rp12,6 Miliar
Santri Lintas Jenjang Ikuti Sanlat Liburan di Pondok Pesantren Mama Cipoek At-Tafsiri