Pada akhirnya, “Yang menyangka ada jalan pintas dalam iman akan menemukan jalan buntu dalam sejarah”, begitu pendakuan Goenawan Mohamad dalam esai reflektifnya, Tuhan & Hal-hal yang Tak Selesai (2008). Demikianlah.
Selalu saja ada misterium yang mengitari-Nya, pasti. Jangan-jangan, Tuhan “masa depan” seperti lamat-lamat diakui dalam tulisan Armstrong adalah Tuhan yang “dialami” oleh kaum mistikus?
Dialah Tuhan yang “membuka Diri dan Lapang” dan tanpa pengerdilan akan-Nya dari kaum demagog. Itu sebab, jalan menemui Tuhan membentang sangat luas sebanyak detak irama jantung orang-orang yang merindui-Nya.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Bila Hati Letih (Bagian 2138)
Cara Menjaga Kamar Mandi Tetap Higienis dan Bebas Kuman
Berbagi Momen Buka Puasa di Grand Aston Puncak Berhadiah Menginap Gratis
Sambut Ramadhan, Yayasan Adda Cendekia Madani Gelar Pesantren Kilat Daring Gratis Berhadiah
Menebar Kebaikan di Bulan Suci, Mojang Jajaka Kabupaten Bogor Galang Donasi untuk Anak Yatim
Perkuat Solidaritas di Bulan Suci, KOPRI STISIP Guna Nusantara Cianjur Gelar Aksi Bagi Takjil
Mutiara Pagi: Di Bawah Bayang-bayang Perang (Bagian 2139)
Kunjungi Desa Benjot, Bupati Cianjur Janjikan Pembangunan Fisik hingga Bantuan Sosial Spontan
Titik Nadir
Tragedi di Ladang Labu Siam: Saat Kemiskinan Berbenturan dengan Hukum