Situs Bojongmenje, Candi Tertua Jawa Barat yang Dibiarkan Menjadi Debu Modernitas

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 27 Mei 2025 | 21:00 WIB
Batu-batu reruntuhan Candi Bojongmenje yang sedang dalam proses perekaan mengenai bentuk dan letak aslinya pada 2005
Batu-batu reruntuhan Candi Bojongmenje yang sedang dalam proses perekaan mengenai bentuk dan letak aslinya pada 2005

Apakah kita akan membiarkan Bojongmenje menjadi “prasasti kematian” kebudayaan Sunda? Atau kita memilih untuk merestorasi, mengedukasi, dan mengintegrasikannya ke dalam kehidupan kontemporer? Pilihannya bukan di tangan candi, tapi di tangan kita.

Sebab sebagaimana diungkapkan arkeolog Peter R. Schmidt: “Heritage is not just what is preserved, but what is remembered and practiced.”

Jika Bojongmenje dilupakan, maka itu bukan salah batu. Itu adalah kegagalan kolektif manusia yang kehilangan memori dan martabatnya sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X