Kebangkitan Pendidikan Nasional: Refleksi di Tengah Labirin Kurikulum

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 20 Mei 2025 | 21:06 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ungkap kegiatan pendidikan sehari-hari anak nakal di barak militer (YouTube Humas Jabar)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ungkap kegiatan pendidikan sehari-hari anak nakal di barak militer (YouTube Humas Jabar)

Revitalisasi pendidikan vokasi belum membuahkan hasil nyata. Kurikulum sering kali tidak relevan dengan kebutuhan industri. Di banyak SMK, pelatihan masih menggunakan peralatan usang yang sudah lama ditinggalkan dunia industri. Label "vokasi" masih dianggap jalur kelas dua, bukan sebagai alternatif prestisius menuju keahlian.

Saatnya Bergerak dari Retorika ke Aksi

Kebangkitan pendidikan nasional tidak bisa lagi berhenti pada jargon. Ada lima langkah penting:

Akhiri obsesi pergantian kurikulum, fokus pada kualitas implementasi dan evaluasi jangka panjang.

 

Posisikan guru sebagai subjek perubahan, beri mereka dukungan nyata dan ruang untuk berkreasi.

 

Demokratisasikan teknologi, bukan hanya dari sisi akses, tapi juga dari aspek literasi dan relevansi.

 

Reformasi pendidikan vokasi agar benar-benar adaptif terhadap kebutuhan industri nyata.

 

Kembalikan pendidikan ke esensinya: membebaskan potensi, bukan sekadar menyampaikan materi.


Penutup: Menyalakan Obor Kebangkitan

Boedi Oetomo dahulu tidak tahu seperti apa rupa kemerdekaan Indonesia. Tapi mereka yakin, pendidikan dan kesadaran adalah kunci. Hari ini, keyakinan itu tetap relevan.

Kita harus kembali menyalakan obor kebangkitan bukan untuk membakar yang lama, tetapi menerangi jalan menuju masa depan pendidikan yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X