Marilah kita rayakan kemenangan ini dengan rasa syukur yang mendalam. Dengan cara terus-menerus meneguhkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama Ramadan. Dengan cara menjadikan Idulfitri sebagai awal dari perjalanan spiritual yang lebih bermakna. Sebab, cahaya kemenangan sejati adalah cahaya yang menerangi hati dan membimbing langkah menuju rida Ilahi.
*Penulis adalah Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema.
Artikel Terkait
Ayo Mudik
Regenerasi Petani dan Masa Depan Sektor Pertanian
Kapolri Optimalkan Pelayanan Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2025, Fokuskan Rekayasa Lalu Lintas
Mutiara Pagi: Cahaya Senja Ramadan (Bagian 1794)
Air Mata di Penghujung Ramadan
Mataram Menguasai Priangan
KH Maruf Amin Kupas Bab 11 Kitab Misbah Al-Dzulam: Riyadhah dalam Manhajul Hayat ila Manhajillah
Lebaran Kapan?
Kang Lepi Pantau Kesiapan Posko Mudik untuk Menjamin Keamanan Arus Lebaran di Cianjur
Mutiara Pagi: Doa Bertemu Ramadan Lagi (Bagian 1795)