Mereka berharap dengan dikantongi nya, ijasah pendidikan yang lebih tinggi, kesempatan untuk jadi Aparat Sipil Negara atau karyawan swasta, akan lebih terbuka.
Jika anak-anak mereka mampu meraihnya, para orang tua yakin akan terjadi perbaikan nasib dan kehidupan ke arah yang lebih baik lagi. Mereka benar-benar pesimis, bila profesi petani padi bakal mampu meningkatkan harkat dan martabat kehidupannya.
Sadar akan hal demikian, sepatutnya Pemerintah dapat melahirkan terobosan cerdas dan bernas agar kaum muda perdesaan dan para orang tua yang kini berprofesi petani, memiliki keyakinan, bekerja menjadi petani tidak akan hidup miskin dan melarat. Pertanyaannya adalah terobosan cerdas dan bernas seperti apa yang sebaiknya dilahirkan oleh Pemerintah ?
Berdasar pengamatan menyeluruh, yang dimintakan kaum muda perdesaan dan para orang tua yang kini berprofesi sebagai petani, sebetulnya tidak macam-macam.
Mereka hanya ingin, bila bekerja menjadi petani, maka kehidupannya tidak akan melarat dan sengsara. Mereka tidak akan terjebak dalam penderitaan yang tak berujung. Itu sebabnya, mereka butuh jaminan Pemerintah, menjadi petani padi bakal hidup sejahtera dan bahagia.
Catatan kritisnya adalah jaminan seperti apa yang seharusnya disiapkan dan dilahirkan Pemerintah, sehingga mereka yang memilih petani padi sebagai profesinya akan layak hidup di Tanah Merdeka.
Secara gampangnya, ketika musim tanam tiba, para petani tidak akan lagi mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi dan saat musim panen datang, Pemerintah dapat menjamin harga gabah akan memberi keuntungan wajar bagi petani.
Teladan diatas, hanyalah secuil masalah yang butuh jawaban cerdas dan bernas dari Pemerintah. Belum lagi masalah lain yang tak kalah pelik, jika dan hanya jika, kita ingin menjadikan profesi petani padi mampu mengajak kaum muda untuk menekuninya.
Sebut saja perlunya benih/bibit padi yang berkualitas. Lalu, perbaikan sarana irigasi yang kini terabaikan. Peremajaan alsintan. Dan perlunya anggaran yang layak dan memadai.
Akhirnya, tolong dicatat, alih generasi petani padi, kini sudah saatnya memperoleh perhatian dan penangan serius dari segenap komponen bangsa. Petani adalah ikon utama negara agraris.
Betapa memilukan, bila di negeri ini sampai tidak ada petani. Keberadaan petani tetap perlu dipelihara dan dilindungi kehadirannya. Itu alasannya, regenerasi petani jangan disepelekan. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).
Artikel Terkait
PKB Desak Pemkab Cianjur Segera Atasi Empat Isu Krusial demi Kemajuan Daerah
Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Puncak Dies Maulidiyah ke-14 Racana KH Abdullah Bin Nuh - Laksminingrat Gerakan Pramuka STAI Al-Azhary Cianjur, Sukses Digelar
Buka Puasa Majlis Alumni IPNU-IPPNU Cianjur: Membangun Soliditas dan Loyalitas untuk NU dan Masyarakat
Mutiara Pagi: Aroma Doa Ramadan (Bagian 1792)
Menjadi Bintang di Malam Ramadan
Keberkahan Terakhir di Bulan Ramadan
Mutiara Pagi: Bulan Suci Beranjak Pergi (Bagian 1793)
Cahaya di Penghujung Ramadan
Ayo Mudik