Dimensi profetik inilah yang membedakan ulul albab dengan ilmuwan pada umumnya. Secara transendental, dimensi profetik itu akan semakin meningkatkan keimanan karena kian mengakui kebesaran Allah.
Dan secara praksis akan memperkuat kerangka etik dalam mempelajari, mengembangkan, maupun mengamalkan ilmu pengetahuan.
Artikel Terkait
Tidak Adakah Gajah di Jawa? Tinjauan Sejarah
Mereaktualisasi Tritangtu di Bumi: Menemukan Kembali Jati Diri Bangsa Sunda
Mutiara Pagi: Tadarus Kehidupan (Bagian 1785)
Mutiara Pagi: Untaian Doa di Bulan Suci (Bagian 1786)
Ramadan, Bulan Penuh Berkah
Tulang Rusuk yang Hilang
Tips Meraih Lailatul Qadar
Sahur
Penutupan Sanlat Ramadhan DPK BKPRMI Kecamatan Takokak
Mutiara Pagi: Vibrasi Ramadan (Bagian 1787)