Begitu pun dengan langkah transformasi sistem pertanian subsisten menjadi sistem pertanian modern berbasis digital, perlu terus dikembangkan. Petani penting untuk didekatkan dengan teknologi baru dan inovasi. Termasuk di dalamnya soal "kemitraan strategis" antara petani dengan dunia usaha, untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik lagi.
Akhirnya perlu diingatkan, swasembada sebagai kata kunci menuju ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan yang berkualitas, juga perlu dikemas sedemikian rupa, sehingga mampu mensejahterakan para petani padinya. Bangsa ini, pasti akan kecewa, jika swasembada pangan yang ditempuh, melupakan nasib dan kehidupan petani yang ada. Semoga tidak demikian. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).
Artikel Terkait
DEM Jabar Minta Presiden Evaluasi Menteri BUMN, Menteri ESDM dan BPH Migas
Mutiara Pagi: Fenomena Ramadan (Bagian 1791)
Jejak Cahaya di Bulan Ramadan
Bazar Ramadhan 2025 di Perum Bumi Marhamah: Wujudkan Ekonomi Berkembang dan Silaturahmi Antar Warga
Pendidikan Istimewa di Jawa Barat: Komitmen Bersama untuk Membangun Generasi yang Cerdas dan Berkarakter
Tips Mudah Bangun Sahur: Agar Tidak Ketinggalan dan Lebih Semangat
Mutiara Pagi: Gema Takbir Ramadan (Bagian 1792)
Desa Bangbayang Sambut Hangat Mahasiswa KKN-T PTMGRMD, Siap Bangun Bersama Masyarakat
Ramadan Sarana Menyuburkan Jiwa
Sambut Ramadan, Grand Aston Puncak Perkenalkan Paket Kuliner '1001 Rasa'