Mengurai dan Menakar Luka di Tengah Konflik yang Tak Sehat Oleh: Munawir

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 15 Januari 2025 | 09:35 WIB
Ilustrasi terluka (Vecteezy)
Ilustrasi terluka (Vecteezy)

Inilah esensi moderasi: membalas kebencian dengan kasih sayang, mengganti amarah dengan maaf, dan mengubah musuh menjadi sahabat. Tidakkah ini lebih indah daripada terus-menerus membakar api permusuhan?

*Tasamuh: Toleransi yang Menyatukan*

Islam mengajarkan bahwa perbedaan adalah sunnatullah. Ia bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan peluang untuk saling mengenal. Allah SWT. berfirman:
"إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا"
"Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal."
(QS. Al-Hujurat: 13)

Toleransi tidak berarti mengorbankan prinsip, tetapi menghormati hak orang lain untuk berbeda. Ia adalah kekuatan yang menyatukan, bukan melemahkan.

*Tawazun: Keseimbangan dalam Menghadapi Konflik*

Keseimbangan adalah inti dari ajaran Islam. Rasulullah SAW. bersabda:
"خَيْرُ الْأُمُورِ أَوْسَطُهَا"
"Sebaik-baik perkara adalah yang tengah-tengah."
(HR. Al-Baihaqi)

Dalam menghadapi konflik, tawazun mendorong manusia untuk tidak berpihak pada ekstremitas. Ia mengajarkan sikap adil, meskipun terhadap musuh. Allah SWT. berfirman:
"وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى"
"Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa."
(QS. Al-Ma'idah: 8)

*Tawashut dan Ta'awun: Jalan Tengah dan Kerja Sama*

Jalan tengah adalah jalan terbaik. Dalam moderasi beragama, tawashut menjadi pelita yang memandu umat untuk menghindari fanatisme dan liberalisme. Sementara itu, ta'awun mengajarkan pentingnya saling menolong, bahkan dengan mereka yang berbeda keyakinan, selama itu dalam kebaikan dan ketakwaan. Allah SAW. berfirman:
"وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ"
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan."
(QS. Al-Ma'idah: 2)

*Menutup Luka, Merajut Harmoni*

Perseteruan hanyalah bayang-bayang yang akan sirna di bawah terang kasih sayang. Dengan moderasi beragama, kita mampu mengubah luka menjadi pelajaran, perpecahan menjadi persatuan, dan kebencian menjadi cinta. Bukankah dunia ini terlalu indah untuk dinodai oleh kebencian?

Mari kita renungkan: apakah kita ingin dikenang sebagai pembawa damai, atau sebagai penyebab luka? Apakah kita ingin menjadi pelita yang menerangi, atau api yang membakar?

Semoga Allah SWT. membimbing hati kita untuk selalu memilih cinta di atas kebencian, harmoni di atas konflik, dan kedamaian di atas perseteruan.

*Merangkai Damai di Tengah Luka*

Ketika tinta terakhir dari lembaran kisah ini hampir mengering, marilah kita merenung sejenak di tepi samudra perenungan. Perseteruan, dalam segala bentuk dan warna, telah menyisakan jejak yang begitu perih di sejarah kemanusiaan. Ia bukan hanya melukai hati yang berseteru, tetapi juga memadamkan cahaya harapan bagi mereka yang tak bersalah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X