Mengerang dalam lautan nyala
Los Angeles berdendang murka
Angin Santa Ana bernyanyi lirih
Membisikkan amarah tak pilih kasih
Menari di atas Kota Perak
Bara menjilat langit
Siapa pun tak bisa menolak
Semua dalam posisi sulit
Tak ubahnya seperti senja
Lupa kapan harus padam
Asap menggelayut di cakrawala
Menyelimuti Los Angeles dengan kelam
Sebuah fenomena alam
Ataukah peringatan Sang Pencipta alam
Tak sudi memperlihatkan keindahan
Ketika kesombongan menjadi pilihan
Dalam liukan api yang rakus
Bukit Palisades terbakar hangus
Bumi menumpahkan amarahnya
Yang telah terpendam sekian lama
Piano hanya tinggal rangka
Serpihan keindahan terbang di udara
Menari bersama abu
Menciptakan nada yang teramat pilu
Los Angeles, sang kota cahaya
Mungkinkah kembali bersinar
Menjadi cermin baik bagi dunia
Bukan bencana yang lebih besar
Malang, 14 Januari 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Sultan Demak II di Gunung Ciremai dan Ramalan Kabar Kematiannya
Bahasa Tak Bersuara yang Dituturkan Taqdir
Mutiara Pagi: Kebaikan adalah Jendela (Bagian 1739)
Tempo Dulu: Perempuan Eropa di Jakarta
Pesawat N-219 Nurtanio
Silsilah Keluarga Raja Demak
Inilah yang membuat Majapahit Tenggelam
Mutiara Pagi: Cahaya Kemanusiaan (Bagian 1740)
Kebakaran Los Angeles, Azab dan Hoax
Menemukan Keselamatan di Tengah Gemuruh Dunia