Oleh: Nurul Intan Megantini, S.Pd. (Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Gender DPD KNPI Cianjur)
Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Desember merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia.
Dalam memaknai Hari Ibu tidak hanya menjadi momentum perayaan kasih sayang antara ibu dan anak, akan tetapi menjadi simbol bahwasanya pergerakan perempuan Indonesia timbul untuk mengadakan perbaikan kearah yang lebih adil karena struktur sosial yang dirasakan timpang. Hal lain banyaknya hambatan yang dihadapi kaum perempuan untuk dapat menentukan sendiri kehendaknya.
Presiden Soekarno melalui keputusan presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.
Hal ini dimaksudkan untuk mengingat Perjuangan perempuan Indonesia dalam membersamai tercapainya kemerdekaan bangsa indonesia.
Sejarah Kongres Perempuan dan perayaan Hari ibu saat ini dapat menginsyafi bahwa HARI IBU bukan sebatas selebrasi peran domestik perempuan. Tapi, mendorong perempuan untuk berdaya dan setara.
Perempuan memiliki potensi besar untuk mendorong percepatan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, partisipasi yang setara antara laki-laki dan perempuan menjadi kunci kesejahteraan suatu bangsa.
Perempuan adalah subjek dalam pembangunan bangsa yang harus diberikan akses, kesempatan, kontrol, dan partisipasi yang sama.
Terintegrasinya isu perempuan dalam berbagai bidang pembangunan diharapkan dapat terwujud dalam pemerintahan saat ini.
Dalam 7 agenda politik perempuan kabupaten Cianjur yakni:
1. Perlindungan perempuan dan anak
2. Penyediaan layanan dasar yang mudah dijangkau
3. Infrastruktur yang ramah dan aman bagi perempuan
4. Hak pekerja yang layak
5. Keadilan ekonomi
6. Partisipasi politik
7. Perlindungan pembela HAM.
Dorongan agar ke 7 agenda politik ini dapat menjadi bagian dari program pemerintah Kabupaten Cianjur.
Ini semua agar perempuan di Kabupaten Cianjur tidak hanya berada di jalur domestik. Namun, mampu berkiprah dan beraktualisasi di jalur publik untuk membangun daerahnya menjadi lebih baik.
Artikel Terkait
Pelita: Menyalakan Semangat Literasi di Kampus STAI Al-Azhary Cianjur
Pramuka: Pilar Pembentukan Generasi Emas Bangsa
Hari Ibu di Tengah Ancaman Penggerus Masa Depan
Jalan Menuju Kebeningan Jiwa dan Keberkahan Hidup
Rayon Tarbiyah Gaungkan Literasi Lewat Program Bedah Buku Bareng
Citiis, Jembatan Kereta Api Peninggalan Belanda
Kecamatan Cibeber Gelar Upacara Hari Ibu, Wujud Penghargaan untuk Peran Mulia Ibu
Mutiara Pagi: Selamat Hari Ibu (Bagian 1718)
Mutiara Pagi: Kesunyian (Bagian 1719)
Helping Our "Singles" (Unmarried Members) of Our Community to Marry