Ibu ibarat kapal yang megah
Berlayar di samudra kehidupan
Nahkoda yang tidak kenal menyerah
Untuk menembus gelombang kehidupan
Ada sebuah metafora yang indah
Seperti Benazir Bhutto katakan:
“Kapal akan tampak indah,
saat dilabuhkan di dermaga
Dibuat untuk tidak menyerah,
melawan ombak di samudra”
Ibu adalah nahkoda yang bijaksana
Menggenggam kemudi dengan cinta
Setiap jiwa yang bersandar kepadanya
Akan berlabuh ke dermaga yang ada
Kata-katanya bintang penunjuk arah
Doa-doanya pelindung sejumlah bahaya
Memandu kita menuju cahaya yang cerah
Pada saat tersesat dalam gelap gulita
Senyumnya, yang tak lapuk oleh usia
Menyimpan pengorbanan yang tak terhingga
Diamnya, yang tak dipenuhi oleh kata-kata
Menyimpan doa demi kebahagian anak-anaknya
Ibu adalah pelayaran tanpa henti
Mengarungi ombak kehidupan sepenuh hati
Dermaga hanyalah tempat singgah
Istirahat sebentar untuk melepas lelah
Malang, 22 Desember 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Berlomba-lomba Meraih Pahala
Mutiara Pagi: Penderitaan Terbesar (Bagian 1717)
Mahasiswa dan Idealisme: Komitmen Moral untuk Kemajuan
Pelita: Menyalakan Semangat Literasi di Kampus STAI Al-Azhary Cianjur
Pramuka: Pilar Pembentukan Generasi Emas Bangsa
Hari Ibu di Tengah Ancaman Penggerus Masa Depan
Jalan Menuju Kebeningan Jiwa dan Keberkahan Hidup
Rayon Tarbiyah Gaungkan Literasi Lewat Program Bedah Buku Bareng
Citiis, Jembatan Kereta Api Peninggalan Belanda
Kecamatan Cibeber Gelar Upacara Hari Ibu, Wujud Penghargaan untuk Peran Mulia Ibu