Journalnusantara.com - Indonesia dikenal memiliki banyak wisata sejarah dan peninggalan-peninggalan kolonial Belanda yang hingga saat ini masih terjaga keutuhannya, seperti Jembatan Citiis di Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Jembatan Citiis menjadi salah satu ikon Kota Nagrek di Kabupaten Bandung yang juga jadi tujuan wisata para pelancong dari berbagai daerah di Indonesia.
Ciri khas dari Jembatan Citiis adalah letaknya yang berada di ketinggian 820 meter di atas permukaan laut atau mdpl.
Bahkan, Jembatan Citiis menjadi pemegang tahta sebagai jembatan aktif dengan elevasi tertinggi dalam dunia perkeretaapian di Indonesia.
Mengutip dari akun instagram resmi Kereta Api Indonesia @kai121_ menjelaskan mengenai Jembatan Citiis peninggalan kolonial Belanda dan menjadi ikon Nagreg.
Menurut catatan sejarah, pembangunan Jembatan Citiis menjadi yang paling sulit dan menantang pada masa kolonial.
Biasanya penumpang kereta api dengan jurusan Bandung menuju Purwokerto dan Yogyakarta atau pun Surabaya akan melewati jalur kereta atau jembatan heritage tersebut dan menjadi hal yang paling dinanti.
Karena pemandangan alam dari atas Jembatan Citiis sangat indah luar biasa, dengan dikelilingi hijaunya pepohonan serta pegunungan.
Jembatan Citiis sendiri dibangun bersamaan dengan jalur kereta api jurusan Cicalengka-Garut oleh 'Staatsspoorwegen' atau dikenal SS.
Dulunya di lokasi tersebut terdapat banyak bebatuan pejal dan keras dengan ukuran yang cukup besar.
Makanya 'Staatsspoorwegen' menunjuk R.H.J Spanjaard sebagai kepala proyek pembangunan jalur kereta api tersebut.
Spanjaard pun mengakui jika pembangunan jalur kereta api tersebut merupakan yang paling sulit di lintas Bandung-Cilacap.
Jembatan Citiis akhirnya selesai dibangun pada 10 Januari 1889 dengan panjang jalur 173 meter dan memiliki lima buah pilar penyangga.
Materialnya, khususnya besi yang digunakan pun didatangkan langsung dari Eropa melalui pelabuhan di Batavia untuk menambah daya topang jembatan.
Artikel Terkait
Langit Menangis, Bumi Merindu, Jiwa-Jiwa Bersaksi
Berlomba-lomba Meraih Pahala
Keutamaan Bacaan Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah
Mutiara Pagi: Penderitaan Terbesar (Bagian 1717)
Mahasiswa dan Idealisme: Komitmen Moral untuk Kemajuan
Pelita: Menyalakan Semangat Literasi di Kampus STAI Al-Azhary Cianjur
Pramuka: Pilar Pembentukan Generasi Emas Bangsa
Hari Ibu di Tengah Ancaman Penggerus Masa Depan
Jalan Menuju Kebeningan Jiwa dan Keberkahan Hidup
Rayon Tarbiyah Gaungkan Literasi Lewat Program Bedah Buku Bareng