Kemudian, pada tahun 1921 dilakukan penguatan hingga 20 ton untuk memperkuat struktur bangunan, yang hingga saat ini masih berdiri kokoh.
Jembatan legendaris ini menghubungkan stasiun Nagreg dengan stasiun Lebakjero, dan membentang di atas lembah Cisaat.
Ada yang menarik serta unik dari Jembatan Citiis, karena di bagian bawah jembatan terbentang jurang dan jalan raya lingkar Nagreg.
Artikel Terkait
Langit Menangis, Bumi Merindu, Jiwa-Jiwa Bersaksi
Berlomba-lomba Meraih Pahala
Keutamaan Bacaan Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah
Mutiara Pagi: Penderitaan Terbesar (Bagian 1717)
Mahasiswa dan Idealisme: Komitmen Moral untuk Kemajuan
Pelita: Menyalakan Semangat Literasi di Kampus STAI Al-Azhary Cianjur
Pramuka: Pilar Pembentukan Generasi Emas Bangsa
Hari Ibu di Tengah Ancaman Penggerus Masa Depan
Jalan Menuju Kebeningan Jiwa dan Keberkahan Hidup
Rayon Tarbiyah Gaungkan Literasi Lewat Program Bedah Buku Bareng