Ada sahabat tak kasat mata
Diam, tak pernah bicara
Tidak lain adalah kesunyian
Menunggu di ujung keramaian
Teman akan datang dan pergi
Anak pun tidak selalu menemani
Hanya kesunyian yang selalu ada
Menemani hidup kita di dunia
Kesunyian adalah ruang
Di mana tawa kecil bisa tumbuh
Tapi tidak mampu menjadi penghalang
Di mana air mata bisa terjatuh
Kesunyian menjadi cermin
Melihat diri dengan lebih jernih
Membuat kita menjadi yakin
Bahwa Tuhan tak pernah pilih kasih
Apa yang kita pikirkan
Itulah yang akan terjadi
Apa yang kita lakukan
Itulah yang akan Tuhan beri
Suatu saat kita akan menyadari
Hanya kesunyian sahabat yang sejati
Kemudian kita akan memahami
Pada akhirnya kita akan menyendiri
Malang, 23 Desember 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Berlomba-lomba Meraih Pahala
Mahasiswa dan Idealisme: Komitmen Moral untuk Kemajuan
Pelita: Menyalakan Semangat Literasi di Kampus STAI Al-Azhary Cianjur
Pramuka: Pilar Pembentukan Generasi Emas Bangsa
Hari Ibu di Tengah Ancaman Penggerus Masa Depan
Jalan Menuju Kebeningan Jiwa dan Keberkahan Hidup
Rayon Tarbiyah Gaungkan Literasi Lewat Program Bedah Buku Bareng
Citiis, Jembatan Kereta Api Peninggalan Belanda
Kecamatan Cibeber Gelar Upacara Hari Ibu, Wujud Penghargaan untuk Peran Mulia Ibu
Mutiara Pagi: Selamat Hari Ibu (Bagian 1718)