Guilt Trip, Perilaku Tidak Bijaksana dan Merusak

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Rabu, 14 Agustus 2024 | 19:44 WIB
Gambar : Dr. H. Dudy Imanuddin Efendi, M.Ag, Penulis adalah Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN SGD Bandung.
Gambar : Dr. H. Dudy Imanuddin Efendi, M.Ag, Penulis adalah Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN SGD Bandung.

Bagaimana bisa orang yang beriman dengan mudahnya melakukan perilaku guilt trip pada orang lain. Seolah-olah orang lain itu tidak melakukan perubahan ke arah yang lebih baik setelah pernah terjebak dalam perilaku yang salah di masa lalunya.

Jika ternyata perilaku guilt trip dibenarkan dalam perspektif agama Islam. Bagaimana jadinya posisi para sahabat awal yang sudah bertaubat dan masuk Islam di masa Rasululloh, jika selalu dikaitkan dengan kesalahan atau perilaku masa jahiliyahnya setelah bertaubat.***

#Manusia Hening#hidup itu tidak pernah adil kalau selalu menghakimi orang lain dengan pijakan kesalahan masa lalunya#seolah-olah hidup seseorang itu statis dan tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik dari masa ke masanya#hidup ini menjadi ruang kedzaliman, jika menganggap orang lain itu selalu diposisikan pada kesalahan masa lalunya#bukan merusak harga dirinya tetapi juga merusak masa depannya#Tuhan saja Maha Pemaaf dan Penerima Taubat#Nabi pun tidak pernah mengungkit kesalahan-kesalahan masa jahiliyah para sahabat yang sudah bertaubat dan bahkan membimbingnya sampai pada posisi atau tempat yang terhormat dalam kehidupan#lalu kita siapa!kadang mudahnya membuka aib orang lain seolah tak ada perubahan sama sekali#bahkan dengan dzalimnya menutup peluang dan potensi orang yang dianggap pernah melakukan kesalahan di masa lalu#atau kita bukan jenis manusia yang pernah melakukan kesalahan sehingga selalu menganggap orang lain tidak bisa berubah dari masa lalunya#refleksi ngopdud di sudut keheningan#begitulah sebagaian manusia kadang aib sendiri tidak terlihat, tapi satu aib orang lain terlihat sgede gajah#. ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X