عن أبي هريرةَ رضي الله عنه عن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((يَدْخُلُ الجَنَّةَ أَقْوامٌ أفْئِدَتُهُمْ مِثلُ أفْئِدَةِ الطَّيرِ)). رواه مسلم.
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Masuklah ke dalam syurga itu para kaum yang hatinya seperti hati burung." (Riwayat Muslim)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:
1- Artinya kata-kata di atas itu disebutkan: Bahawasanya mereka itu sama bertawakkal.
2- Juga dapat diartikan: bahawasanya hati mereka itu lemah lembut.
3- Ini Hadist dasar yang paling utama dari tawakal. Dan hakekatnya: Bersandar diri kepada Allah Subhana wa Ta'ala dalam mengambil maslahah dan madhorot.
4- Tawakal inti dari al-iman, dan ketahuilah tawakal tidak melepaskan usaha yang mendatangkan sebab- sebab, seperti burung yang pagi hari mencari rizqi.
5- "Akan masuk Surga suatu kaum yang hati mereka bagaikan hati seekor burung."
Ada yang memaknainya tidak ada padanya sifat hasad, hatinya kosong dari sifat hasad, maka hatinya bagaikan hati seekor burung.
6- Orang yang hatinya penuh dengan tawakal kepada Allah Subhana wa Ta'ala dan bersih dari sifat hasad akan masuk surga.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
1- Bertawakallah kamu dalam semua urusanmu kepada Allah yang Mahahidup yang tidak mati selama-lamanya.
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati. (Al-Furqan: 58)
2- Apabila engkau bermusyawarah dengan mereka dalam urusan itu, dan kamu telah membulatkan tekadmu, hendaklah kamu bertawakal kepada Allah dalam urusan itu.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Ali Imran: 159)
3- Barang siapa yang mempunyai suatu keperluan, lalu ia menyerahkannya kepada manusia, maka dapat dipastikan bahwa keperluannya itu tidak dimudahkan baginya. Dan barang siapa yang menyerahkan keperluannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah akan mendatangkan kepadanya rezeki yang segera atau memberinya kematian yang ditangguhkan (usia yang diperpanjang).
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (Ath-Thalaq: 3)
Artikel Terkait
Keutamaan Melayat dan Sholat Jenazah yang Perlu Diamalkan
Perang Global terhadap Agama dan Moralitas
Kemerdekaan dan Jiwa Kepahlawanan Santri
Faruq Ibnul Haqi, Kandidat Muda dengan Visi Internasional Siap Pimpin Kota Tegal
Arsitek Muda Sekaligus Kandidat Doktor dari Australia, Faruq Ibnul Haqi, Resmi Bertarung di Pilwalkot Tegal
Dari Adelaide ke Alun-Alun Tegal, Perjalanan Faruq Ibnul Haqi Menuju Kursi Wali Kota
Makrab Imadikom Universitas Amikom Yogyakarta: Tegaskan Peran Mahasiswa Ciptakan Kamtibmas Kondusif Jelang Pilkada Serentak
Bupati dari Rahim HIMAT antara Realitas dan Tantangan menuju Pilkada 2024, Respon Terhadap Tulisan Kang Ridwan Mubarak
Partai Golkar Laksana Pohon Rindang Tumbang di Tangan Seorang Tukang Kayu, Benarkah ?
Mutiara Pagi: Yang Maha Kokoh (Bagian: 1583)