Oleh karenanya di dunia Barat apa yang disebut “sex education” seringkali menjadi justifikasi pembenaran hubungan seks dan promosi homoseksualitas. Dan semua ini didukung oleh perangkap resmi (kebijakaan pemerintah) dan non resmi, termasuk dunia Hollywood.
Karenanya ketika saya dengar perbincangan dan perdebatan yang lagi ramai di Indonesia tentang distribusi alat kontrasepsi (condom), termasuk untuk anak sekolah dan remaja, saya justeru tersadarkan kembali tentang peperangan global ini.
Dan Indonesia nampaknya mulai ikut bertekuk lutut, sujud kepada propaganda yang yang dibangun oleh dunia luar. Kebijakan menyediakan alat kontrasepsi ini jelas adalah pelecehan agama dan moralitas.
Bahkan menjadi bukti bahwa ada sebagian segmen bangsa yang memang terkalahkan dan inferior, bahkan terbawa arus barisan mereka yang anti agama dan moralitas.
Dan semua itu harusnya disadari jika bertentangan dengan Falsafah negara (Pancasila) yang berketuhanan, bertentangan dengan UUD, dan juga melecehkan bangsa yang dikenal dengan karakter keagamaan dan nilai-nilai luhur yang berasas moralitas.
Hati-hati saudaraku!
New York, Agustus 2024
Presiden Nusantara Foundation & Imam di Kota New York
Artikel Terkait
Tanda-tanda Husnul Khotimah Mati di Hari Jum'at
Auto Delete WAG
Mutiara Pagi: Yang Maha Memelihara (Bagian: 1581)
Manfaatkanlah Lima Perkara Sebelum Menyesal
Mana Ucapan HUT RI yang Tepat?
Dihadiri Bupati Cianjur, Milad ke-28 Izzul Islam Berlangsung Khidmat dan Semarak
Tangkal Faham Wahabi, GP Ansor Karangtengah Cianjur Perkuat Lembaga Pendidikan
Putri Otonomi Indonesia 2024 Raphaella Chayla Shaka Sambangi Kantor Kementerian Investasi/BKPM
Menikmati Perjalanan dengan Kereta Api Panoramic
Mutiara Pagi: Yang Maha Kuat (Bagian: 1.582)