Saidiman Ahmad: Ganjar Satu-Satunya Kader PDI-P yang Bisa Saingi Anies dan Prabowo

photo author
Yadi Hasanudin, Journal Nusantara
- Sabtu, 19 November 2022 | 21:02 WIB
manajer-program-smrc-saidiman-ahmad-1-2892373
manajer-program-smrc-saidiman-ahmad-1-2892373

JournalNusantara.com - Terkait persaingan bursa Calon Presiden dalam Pilpres 2024, Peneliti Saiful Mujani Research Center (SMRC) Saidiman Ahmad membeberkan hasil survei teranyar.

Saidiman Ahmad menganalisa bahwa Ganjar Pranowo merupakan satu-satunya kader PDI-Perjuangan yang bisa menyaingi Anies Baswedan dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024. sehingga banyak yang mendorong PDI-P mendeklarasikan Ganjar sebagai Capres.

"Dalam survei SMRC, kalau Ganjar dimajukan PDI-Perjuangan, ini tidak hanya membuka peluang bagi PDI-Perjuangan untuk kembali memiliki kader sebagai pesiden, tetapi juga bisa membantu mempertahankan elektabiltitas PDI-Perjuangan yang sekarang masih di atas partai-partai yang lain," kata Saidiman saat dihubungi, Sabtu, (19/10).

Dalam survei SMRC pada Oktober 2022, elektabilitas Ganjar menempati peringkat teratas dengan perolehan 32,1 persen, disusul Prabowo dengan 27,5 persen dan Anies 26 persen.

Saidiman menyebut, Berdasarkan survei eksperimental SMRC, suara PDI-Perjuangan diprediksi akan turun dalam Pemilu Legislatif 2024 jika Ganjar dicalonkan Partai Golkar. Sebaliknya, suara partai Golkar akan naik.

Baca Juga: Jalan Rusak Parah Pemerintah Tutup Mata, Warga Gotong Royong Perbaiki

Berkaca dari dua pilpres terakhir, Saidiman menjelaskan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri punya kalkulasi yang matang. Ia rela mengusung kader non-elite yang populer di masyarakat, yaitu Joko Widodo.

"Jadi menurut saya mega tidak akan sembrono dalam memutuskan calon presiden," terangnya.

Baca Juga: AHY Sebut Ada Pihak yang Tidak Menginginkan Koalisi Perubahan Terjadi

Saidiman menilai, Ganjar adalah sosok nasionalis yang populer. Dalam kalangan Islam juga Ia masih bisa mendapatkan suara.

"Ganjar ini walaupun populer di kalangan nasionalis, tapi di kalangan Islam juga sebetulnya tidak jeblok-jeblok banget. Itu cukup bisa mendapatkan suara dari kelompok sana," tandas Saidiman.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yadi Hasanudin

Sumber: Medcom.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X