AHY Sebut Ada Pihak yang Tidak Menginginkan Koalisi Perubahan Terjadi

photo author
Yadi Hasanudin, Journal Nusantara
- Sabtu, 19 November 2022 | 19:54 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  (SM/dok)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (SM/dok)

JournalNusantara.com - Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan ada pihak yang menginginkan NasDem-PKS-Demokrat ketiga partai tersebut tidak terjadi berkoalisi.

Menurut AHY, koalisi perubahan yang terdiri dari Demokrat, PKS dan NasDem juga disebut sudah kian matang.

"Kita siapkan sebaik-baiknya untuk pemilihan anggota legislatif, kita siapkan sebaik-baiknya untuk pemilihan presiden," ujar AHY.

Baca Juga: Jalan Rusak Parah Pemerintah Tutup Mata, Warga Gotong Royong Perbaiki

AHY juga menyebutkan ada pihak yang tidak menginginkan koalisi ketiga partai itu terjadi.

"Hari ini kita berkomunikasi baik dengan dua partai yang ada di nasional yaitu Nasdem dan PKS. Tetapi politik itu banyak sekali dinamika dan hantaman, ada yang tidak menginginkan itu terjadi," ungkapnya.

"Tentu kalau itu terjadi mungkin dianggap sebagai sebuah peluang bagi kita untuk sukses, sehingga banyak upaya agar itu tidak terjadi," imbuhnya.

Baca Juga: Wagub Jabar Diskusi Bersama Serikat Buruh Terkait Kenaikan Upah 2023

AHY menegaskan pihaknya tidak akan tergesa-gesa dalam menentukan pilihan. Ia juga tidak menyesali partainya tak segera mengumumkan koalisi dengan ketiga partai tersebut.

"Kemungkinan-kemungkinan masih banyak terjadi, betul? Pertanyaannya sekarang bulan apa hari ini? November 2022. Kapan pendaftaran? Oktober 2023. Waktunya masih cukup jauh tetapi kita ingin yakinkan tidak ingin mengulur-ulur waktu tentunya, sepakat semuanya ? tapi juga jangan tergesa gesa, gopoh, kalau hanya sekadar bersatu cuma sekadar gimik politik saya khawatir koalisinya akan mudah rapuh, betul?" beber AHY.

"Buat apa kalau hanya sekadar mendeklarasikan tetapi pecah di tengah jalan, betul?" tegasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yadi Hasanudin

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X