JournalNusantara.com - Kasus penipuan bisnis online menjerat ratusan mahasiswa-mahasiwi IPB menjadi korban, saat ini kepolisian berhasil menangkap pelaku berinisial SAN.
Pelaku melakukan aksinya dengan cara pencairan dana dan bisnis melalui toko online, tetapi toko online tersebut bukan milik tersangka.
Seperti dikutif dari okezone.com, SAN nampak tertunduk sambil menangis histeris ketika tertangkap oleh Polisi Wanita (Polwan) "Sudah ya sudah," kata Polwan.
Tersangka dibawa oleh Polwan ke ruang aula Polres Bogor, dengan mengenakan baju biru bertulisan tahanan.
Kapolres Bogor AKBP iman Imanuddin mengungkapkan, telah menyelidik mencari informasi, ternyata toko online itu bukan miliknya melainkan punya orang lain. Pelaku juga menjanjikan hal keuntungan 10-15 persen atas tiap transaksi yang dilakukan korban.
Sedangkan, untuk menarik mahasiswa, SAN kebetulan mengenal beberapa para senior. Dari itu SAN memperkenalkan bisnis online tersebut melewati seminar online.
"Masuknya ke kampus kebetulan ada yang kenal dengan pelaku dari kakak kelas korban hingga pelaku mengadakan kegiatan seminar melalui Zoom Metting, menawarkan kerja sama yang sebagaimana disampaikan pelaku pada korban," jelasnya.
Baca Juga: Miris! Siswa SMP Baiturahman Dibully, Dikeroyok Temannya Dalam Kelas
Sejauh ini, terlihat ada 317 yang menjadi korban dalam kasus ini yang di mana mayoritas adalah mahasiswa IPB, total kerugian mencapai Rp. 2,3 miliyar.
"Kalo total korban dari perbuatan itu sebagaimana yang dilaporkan ke kami ada 317 orang, itu dari beberapa mahasiswa di Universitas berbeda, Kami juga koordinasi dengan Polresta Bogor kota ada juga korban merupakan masyarakat biasa. Rp2,3 miliyar itu dari keseluruhan berdasarkan perhitungan pihak pinjol dan dari pengakuan pelaku sendiri," jelasnya.
Baca Juga: Jalan Rusak Parah Pemerintah Tutup Mata, Warga Gotong Royong Perbaiki
Pengakuan dari pelaku untuk mengadakan penipuan ini agar bisa membantu nya seperti mengcukupi kebutuhan sehari-hari, juga untuk menutupi tagihan dari korban lainnya.
"Hasil kejahatannya digunakan untuk kebutuhan pribadi, sebagaian lagi digunakan untik membeli kendaraan bermotor dan sebagian lagi untuk menutupi utang dari korban sebelumnya, jadi gali lubang ditutup lubang," ungkap Iman.* (Tiara Maulia Setiawan).
Artikel Terkait
Sekdes Ciomas Mengundurkan Diri Usai Video Mesum Dirinya Viral di Medsos
Mami Isa Zega Versus Lucinta Luna, Adu Mulut Saling Umbar Aib di Mall
Miris! Siswa SMP Baiturahman Dibully, Dikeroyok Temannya Dalam Kelas
Jalan Rusak Parah Pemerintah Tutup Mata, Warga Gotong Royong Perbaiki