Dampaknya mengerikan hilangnya keanekaragaman hayati, peningkatan emisi karbon, dan konflik lahan yang tak terhindarkan dengan masyarakat adat.
Kendati demikian, Ahmad Rizki optimistis bahwa transmigrasi dapat dijalankan secara berkelanjutan, asalkan prinsip pengelolaan lingkungan yang baik dipegang teguh.
Dia mendesak pemerintah untuk mengintegrasikan program transmigrasi dengan kebijakan restorasi lahan gambut, pelibatan aktif masyarakat lokal, serta penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pembangunan permukiman baru.
"Transmigrasi harus menjadi solusi, bukan sumber masalah baru. Dengan tata kelola lingkungan yang prima, transmigrasi dapat memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam Kalimantan," tambahnya penuh harap.
Ahmad Rizki Setiawan menegaskan bahwa realisasi transmigrasi di Kalimantan adalah langkah strategis nasional yang membutuhkan dukungan penuh dari semua pihak pemerintah pusat, DPR RI, masyarakat luas, hingga kalangan mahasiswa.
Dengan sokongan anggaran yang memadai, landasan teori yang kokoh, serta komitmen tak tergoyahkan terhadap pengelolaan lingkungan, transmigrasi di Kalimantan diyakini akan menjadi lokomotif pembangunan berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan yang sesungguhnya di Indonesia.