Ketua Yayasan Unsur Sebaiknya Dari Akademisi Agar Kedepan Kampus Tidak Ternodai Praktek Politik Praktis

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Minggu, 2 Juli 2023 | 16:04 WIB
Karnaen, SH, MH Alumni Pasca Sarjana Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur (Abdul Qodir Majid)
Karnaen, SH, MH Alumni Pasca Sarjana Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur (Abdul Qodir Majid)

JournalNusantara-com - Kampus perguruan tinggi harus terbebas dari segala bentuk kepentingan politik. Rencana pergantian pengurus yayasan Suryakancana Cianjur mendapat kritik dan sorotan dari alumni Universitas Suryakancana (Unsur). Hal ini disebabkan karena calon pengurus yayasan tersebut dari unsur fungsionaris partai berlambang moncong putih.

Baca Juga: Bupati Harus Mencari Sosok Calon Ketua Yayasan Unsur Yang Bisa Menghindari Potensi Konflik Kepentingan

Menurut alumni Pasca Sarjana Universitas Suryakancana Angkatan 2008, Karnaen, SH, MH menuturkan kampus seharusnya dipimpin oleh akademisi yang memiliki pengalaman dan jam terbang yang mumpuni karena kualitas pemimpin dan jajarannya berhubungan erat dengan masa depan kampus itu sendiri.

Baca Juga: Cianjur Dipersimpangan Jalan

"Masa perguruan tinggi dipimpin oleh ketua partai politik? kampus seharusnya dipimpin oleh akademisi dan itupun harus memiliki kompetensi dan kemampuan dalam mengelola perguruan tinggi tersebut. Kalau jam terbangnya belum cukup, takutnya bukan membawa kemajuan tapi sebaliknya." Ungkap Karnaen.

"Bagaimana kata perguruan tinggi lain bila mengetahui bahwa Yayasan unsur dipimpin oleh ketua parpol. Apakah nanti ada jaminan kampus tersebut tidak akan mengalami conflik of interest atau konflik kepentingan. Yang dirugikan kampus itu sendiri". Tuturnya.

Baca Juga: Kampus Tertua di Cianjur Akan Dicaplok Parpol, Apakah Ini Ada Hubungan Dengan Pilbup 2024?

Karnaen menambahkan apakah dilingkungan Unsur tidak ada orang yang memiliki persyaratan menjadi ketua yayasan. Disana banyak yang bergelar Doktor dan Profesor dengan pengalaman cukup. Lembaga pendidikan harus dipimpin oleh akademisi, kalau dipimpin orang politisi apalagi tidak memiliki pengalaman mengelola yayasan pendidikan sebesar Unsur maka dikhawatirkan kualitas Unsur kedepan akan mundur, dan kampus menjadi alat politik." Pungkas Karnaen yang saat ini berprofesi sebagai advokat dan dosen tersebut.   

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X