Cianjur Dipersimpangan Jalan

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Sabtu, 1 Juli 2023 | 23:13 WIB
Yunus Sadar Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur (Abdul Qodir Majid)
Yunus Sadar Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur (Abdul Qodir Majid)

Oleh : Yunus Sadar

Melihat dinamika yang berkembang saat ini menjelang dilaksanakannya pileg dan pilpres serta pilkada serentak, suhu politik diberbagai daerah tak terkecuali di kabupaten cianjur mulai terasa sedikit naik temperaturnya karena mungkin partai-partai politik sudah mulai memanaskan mesin pergerakannya dan dominasi atas penguasaan kelompok masyarakat serta lembagapun mulai terasa dengan munculnya polarisasi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat saat ini, dan itu sangatlah terlihat jelas karena memang gerakannya dilakukan secara terstruktur dan masif.

Baca Juga: Kampus Tertua di Cianjur Akan Dicaplok Parpol, Apakah Ini Ada Hubungan Dengan Pilbup 2024?


Apakah betul hal itu dilakukan untuk kebaikan masyarakat dan lembaga sebagai institusi pelayanan terhadap masyarakat atau hanya kamuplase saja menjelang kompetisi pemilihan umum?...

Mendengar isu yang berkembang saat ini perihal beredarnya rencana pergantian pengurus yayasan universitas suryakancana (UNSUR) ini menjadi perbincangan sexy dikalangan pelaku dan pemerhati dunia pendidikan atas telah beredarnya informasi yang berkembang dimasyarakat terkait dominasi orang-orang yang terlibat dalam salah satu partai politik yang berkuasa di kabupaten cianjur menjadi pengurus inti yayasan tersebut.

Yayasan universitas suryakancana adalah yayasan milik warga masyarakat kabupaten cianjur yang diwakili oleh pemerintah daerah, selayaknya menjadi salah satu lembaga pendidikan yang independen dan harus dikelola oleh orang-orang yang memiliki latar belakang akademis yang handal dan teruji dalam bidang keilmuannya serta memiliki bukti-bukti faktual tentang hasil karyanya dalam dunia pendidikan. kenapa harus demikian..... karena universitas suryakancana menjelang perubahan status dari universitas swasta menjadi universitas negeri itulah seharusnya yang menjadi alasan yayasan universitas suryakancana harus dikelola oleh orang-orang yang profesional dibidangnya.

Baca Juga: Alumni Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur Tolak Politisasi Kampus

Dalam hal ini saya secara pribadi tidak memiliki tendensi apapun terhadap isu yang berkembang saat ini di dunia maya khususnya facebook karena hal itu dianggap wajar sebagai isu sosial di media maya, tetapi kalaupun toh benar isu tersebut semoga tulisan ini menjadi pertimbangan bagi para pihak yang berkepentingan bahwa idealnya lembaga pendidikan itu adalah lembaga yang independen karena lembaga pendidikan adalah wadah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencerdaskan generasi penerus bangsa yang memiliki daya fikir kritis, kreatif dan berwawasan luas dengan dasar pondasi bhineka tunggal ika, bukannya penyeragaman yang menghilangkan kebinekaan seperti yang dihawatirkan oleh berbagai kalangan pegiat pendidikan dan masyarakat secara luas.

Hindari syahwat politik para pemangku kebijakan untuk mendominasi lembaga pendidikan yang ada di kabupaten cianjur, terlebih yayasan universitas suryakancana untuk dijadikan sebagai kendaraan kepentingan partai politik tertentu.
Teringat akan syair lagu dari "iwan fals" dan apakah cianjurku sudah separah ini:.

Jangan bicara soal idialisme.
Mari bicara berapa banyak uang dikantong kita.
Atau berapa dahsyatnya ancaman yang membuat kita terpaksa onani.

Jangan bicara soal nasionalisme.
Mari bicara tentang kita yang lupa warna bendera sendiri.
Atau tentang kita yang buta.
Bisul tumbuh subur diujung hidung yang memang tak mancung.

Baca Juga: Kampus UNSUR Bercitarasa Parpol, Demi Hegemoni Bupati Bertaruh Harga Diri

Jangan perdebatkan soal keadilan.
Sebab keadilan bukan untuk diperdebatkan.
Jangan cerita soal kemakmuran sebab kemakmuran hanya untuk anjing si tuan poland.

Lihat disana si urip meratap diteras marmer direktur murtad.
Lihat disana si icih sedih diranjang empuk waktu majikannya menindih.
Lihat disana parade penganggur yang tampak murung ditepi kubur.
Lihat disana antrean pencuri yang timbul sebab nasinya dicuri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X