JournalNusantara.com- Pesta kemenangan tim sepakbola Indonesia di ajang SEA Games 2023 berlangsung meriah. Ratusan suporter tim nasional (timnas) Indonesia sudah menunggu di depan salah satu hotel sejak pukul 05.00 WIB. Padahal, pawai juara timnas Indonesia baru dimulai pukul 08.00 WIB.
Sebagian mereka warga Jakarta. Tapi, semakin siang, suporter yang berasal dari kota-kota lain di sekitar ibu kota mulai berdatangan. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, uang, dan jarak untuk larut dalam euforia perayaan juara SEA Games yang diraih timnas U-22 Indonesia dari cabang olahraga (cabor) sepak bola. Apalagi, momentum itu sudah sangat lama dinantikan: 32 tahun.
Baca Juga: FKDM Gelar Kegiatan Antisipasi dan Deteksi Dini Kerawanan Pemilu serta Pilkada Serentak Tahun 2024
Rizky Ridho dkk diarak dengan menaiki bus tingkat Transjakarta yang sudah dimodifikasi. Mereka bergerak dari gedung Kemenpora menuju Bundaran Hotel Indonesia. Pawai juara itu diikuti oleh ribuan orang. Dan, sepanjang jalan dari Kemenpora menuju Bundaran Hotel Indonesia, skuad Garuda Muda disambut oleh masyarakat yang menantikan kedatangan mereka.
Sebagian dari mereka bernyanyi. Ada yang menyalakan smoke bomb sebagai bentuk kegembiraan. Ada yang memanggil nama para pemain idolanya. Bahkan, ada juga yang melemparkan kaus, topi, bunga, dan berbagai benda lainnya sebagai persembahan untuk skuad juara. "Kami tidak menyangka, sangat terharu. Begitu luar biasa ekspresi kegembiraan dari masyarakat Indonesia," ujar Wakil Ketua Umum I PSSI Zainudin Amali.
Pawai juara itu tidak hanya diikuti oleh timnas sepak bola Indonesia. Beberapa cabor lain juga ikut. Di antaranya, esport, basket, renang, dan sepak takraw. Karena bukan hanya pesta bagi cabor sepak bola, pawai itu diikuti sejumlah tokoh. Ada Menpora Dito Ariotedjo. Ada juga Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari. Lalu, dari cabor sepak bola, beberapa pengurus terlihat mengikuti arak-arakan juara. Di antaranya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Wakil Ketua Umum I PSSI Zainudin Amali.
Semua tokoh tersebut berada dalam kendaraan yang ditumpangi timnas sepak bola Indonesia. Sementara itu, atlet dari cabor lain naik kendaraan Bandros.
Baca Juga: Pemberlakuan Tilang Manual Kembali di Aktifkan, Polisi Sebut Tilang Adalah Langkah Terkahir
Dito menjelaskan alasan perbedaan kendaraan antara cabor sepak bola dengan cabor-cabor lain. Mantan chairman RANS Nusantara FC itu menyebut bus Transjakarta hanya ada satu. "Ini masalah teknis saja. Alhamdulillah kami bisa menemukan banyak Bandros dari Jawa Barat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Ridwan Kamil (gubernur Jawa Barat) dan Bima Arya (wali kota Bogor) karena telah membantu," ujarnya.
Dito membantah jika cabor sepak bola diistimewakan. ’’Ini hanya benar-benar keterbatasan teknis. Sebenarnya kami meminta ke Transjakarta tambahan sepuluh mobil. Tapi, busnya tertutup. Jadi, kurang cocok untuk pawai,’’ terang pria yang juga pengusaha tersebut.
Namun, ada atlet yang merasa kecewa. Yaitu, perenang I Gede Siman Sudartawa. Peraih medali emas SEA Games 2023 dari nomor 50 meter gaya punggung itu meluapkan kekecewaan dengan tidak mengikuti pawai juara sampai tuntas. Dia kecewa karena ada cabor yang terlalu dispesialkan.
Baca Juga: Mojang Jawa Barat, Farhana Nariswari Resmi Terpilih Sebagai Puteri Indonesia 2023
’’Kami merasa tidak dihargai. Sudah datang awal sesuai waktu dan disuruh menunggu (kedatangan cabor sepak bola). Kami sama-sama berjuang kok. Kami juga sama-sama dapat medali. Kenapa seperti itu?’’ ujar Siman. ’’Lalu, saat keberangkatan, terjadi kesenjangan yang jauh,’’ imbuhnya.
Artikel Terkait
FKDM Gelar Kegiatan Antisipasi dan Deteksi Dini Kerawanan Pemilu serta Pilkada Serentak Tahun 2024
Akibat Rem Blong Truck Muatan Pasir Masuk Parit di Jalan Raya Sukabumi Cianjur
Presma STISNU dan LAZISNU Cianjur Ungkap Pentingnya ZIS untuk Kemanusiaan
Nurul Husna Maulidah Ungkap Pentingnya Muslimah dalam Berhijab
Mojang Jawa Barat, Farhana Nariswari Resmi Terpilih Sebagai Puteri Indonesia 2023
Biadab! Guru Ngaji di Sleman Cabuli Belasan Santri
Ciptakan Generasi Madani Yayasan Qurrota A'yun Cilaku Akan Bangun Boarding School
Aliansi Masyarakat Gununggede Pangrango Tolak Keras Proyek Geothermal, DPRD : Kami akan Kawal Sampai Tuntas
Partai Keadilan Sejahtera Gelar Milad Ke 21 di Jogyakarta
Terkenal Sampai Mancanegara, MP3C Terus Lestarikan Beras Pandanwangi