"Itu menandakan tidak berpengaruh pada elektabilitas. Kalaupun ada pengaruh, itu sangat sedikit. Jadi mereka (elit politik) menerima dengan lapang dada kader yang pernah bermasalah ini selama masih memiliki uang dan jaringan kuat," katanya.
Sifat masyarakat yang permisif juga ikut memberi andil bagi para mantan koruptor kembali berkiprah sebagai legislatif. Korupsi dianggap sebagai suatu hal biasa dan ada dimana-mana.
"Memang aneh di kita ini. Jadi partai pun sudah paham permisifnya masyarakat terhadap korupsi, dan dengan banyaknya korupsi dimana mana ada korupsi, termasuk kata Mahfud MD kita nengok kemanapun ada korupsi gitu, maka seolah-olah korupsi itu sudah biasa," ujar Ujang.
"Ini seperti lingkaran setan yang tidak pernah putus. Konstruksi politik yang tidak sehat yang harus diperbaiki sebenarnya, tapi mungkin perlu waktu," tambahnya.***
Sumber: ayobandung.com
Artikel Terkait
Pasca Gempa 5,6 Mg di Cianjur Gedung Milik Pemda Dapat Dijadikan Penampungan Korban Bencana
Tebar Senyuman Bersama Anak-Anak Penyintas Gempa Cianjur
Kakek 69 Tahun Mati Saat Wikwik dengan PSK, Netizen: Ya Allah Mati Dalam Keadaan Zina !
KPK Komitmen Berantas Korupsi di Sektor Pendidikan
PPPK Dapat Gaji dan Tunjangan Fantastis di Tahun Pertama Pengangkatan, Honorer Bersiap Ketiban Cuan Nih !
Wakili Bengkulu, Della Oktarina Siap Ikuti Gelaran Puteri Indonesia 2023
Voting Puteri Indonesia 2023 Segera Dimulai, Siapa Pilihanmu?
Waduh...Tenaga Honorer Dihapus secara Bertahap, Tak Bisa Diangkat ASN karena Tidak Ada Dalam UU
Bejad! Aksi Bos Perusahaan Ajak Karyawati Tidur Bareng agar Kontrak Diperpanjang
Tips Diet Sehat Ala Maria Eleonora, Tubuh Tetap Bugar dan Segar