Kilas Balik Sejarah Peringatan Hari Buruh Internasional Buruh Bersatu Perjuangkan Kesejahteraan

photo author
Deni Wijaya, Journal Nusantara
- Kamis, 4 Mei 2023 | 12:26 WIB
Buruh Bersatu Perjuangkan Kesejahteraan. Pemerintah melalui Kemenaker harus peka terhadap tuntutan kaum kerah biru tersebut. (twibonnize.com)
Buruh Bersatu Perjuangkan Kesejahteraan. Pemerintah melalui Kemenaker harus peka terhadap tuntutan kaum kerah biru tersebut. (twibonnize.com)

JournalNusantara.com - Hari Buruh Internasional atau biasa disebut May Day yang jatuh Pada 1 Mei sering diperingati di banyak negara di seluruh dunia sebagai hari libur resmi, dan memiliki sejarah yang panjang sebagai peringatan atas perjuangan kaum buruh untuk memperoleh hak-hak dan perlindungan yang layak di tempat kerja.

Sejarah Hari Buruh berawal pada abad ke-19 di Amerika Serikat, di mana para pekerja mulai membentuk serikat buruh untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Baca Juga: Gempabumi Tektonik M3,4 Dirasakan di Kota Bogor Jabar

Salah satu organisasi buruh pertama yang terbentuk adalah Knights of Labor, yang mengadakan aksi mogok pada tanggal 1 Mei 1886, untuk menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari.

Pada hari itu, ribuan pekerja di Chicago turun ke jalan untuk memprotes kondisi kerja yang buruk dan menuntut hak-hak yang lebih baik.

Aksi protes berlanjut selama beberapa hari dan pada tanggal 4 Mei, terjadi kerusuhan di Haymarket Square, Chicago, yang menewaskan beberapa orang termasuk polisi.

Baca Juga: Ibu Kota Nusantara, Pusat Peradaban Baru Indonesia

Kejadian ini dikenal sebagai Insiden Haymarket dan menjadi pemicu untuk memperjuangkan hak-hak buruh di seluruh dunia.

Sebagai hasil dari perjuangan buruh di seluruh dunia, pada tahun 1889, sebuah organisasi buruh internasional bernama The Second International memutuskan untuk menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.

Pada tahun 1890, jutaan pekerja di seluruh dunia turun ke jalan untuk memperingati hari tersebut dan menuntut hak-hak mereka di tempat kerja.

Sejak itu, Hari Buruh Internasional menjadi simbol perjuangan dan solidaritas antara para pekerja di seluruh dunia.

Di banyak negara termasuk Indonesia, Hari Buruh diperingati dengan aksi Unjuk Rasa menuntut kenaikan Upah Minimum Regional, mogok kerja, dan perayaan untuk memperingati jasa-jasa para pekerja dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Baca Juga: Memaknai Keberkahan Ramadan - (terakhir)

Hingga saat ini, peringatan Hari Buruh masih terus dilakukan di seluruh dunia.
Di beberapa negara, Hari Buruh bahkan menjadi hari libur nasional dan sering dijadikan momen untuk mengadakan unjuk rasa atau aksi mogok kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Deni Wijaya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X