Aktivis KontraS Andrie Yunus Menjadi Korban Penyiraman Air Keras Di Salemba Jakarta Pusat

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Minggu, 15 Maret 2026 | 10:45 WIB
Mengintip sosok aktivis pembela HAM sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK. (Dok. Indonesia Corruption Watch) (Tim Kabar Buana 03)
Mengintip sosok aktivis pembela HAM sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK. (Dok. Indonesia Corruption Watch) (Tim Kabar Buana 03)

JOURNALNUSANTARA.COM - Peristiwa tragis menimpa Andrie Yunus yang merupakan salah satu aktivis dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS.

Ia menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Salemba Jakarta Pusat pada Jumat 13 Maret 2026.

Kejadian ini berlangsung tepat setelah korban selesai mengisi sebuah acara podcast yang membahas mengenai isu remiliterisme.

Berdasarkan kronologi kejadian peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie sedang mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I Talang.

Dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor jenis matic tiba tiba datang dengan cara melawan arah dan langsung menghampiri posisi korban.

Tanpa peringatan salah satu pelaku menyiramkan cairan air keras ke arah tubuh korban hingga mengenai bagian mata dan tubuh sebelah kanan.

Akibat serangan mendadak tersebut Andrie Yunus langsung terjatuh dari kendaraannya dan berteriak kesakitan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat atas luka bakar serius yang dialaminya.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa tidak ada barang berharga milik korban yang hilang atau dirampas dalam kejadian tersebut.

Ciri ciri pelaku pertama diketahui menggunakan pakaian kombinasi putih biru dengan helm hitam sementara pelaku kedua menggunakan masker penutup wajah dan kaos berwarna biru tua.

Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat sipil dan politisi yang mendesak pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas motif serta menangkap dalang di balik serangan tersebut.

Solidaritas terus mengalir untuk korban yang hingga saat ini masih dalam perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X