Bangun Jiwa Sosial, Himaksy Unsur dan ERI Gelar Sekolah Relawan "Volt-Volunteer" di Cianjur

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:44 WIB
Himaksy Unsur dan ERI menggelar sekolah relawan. (FOTO: Ist)
Himaksy Unsur dan ERI menggelar sekolah relawan. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR — Kolaborasi antara Energi Relawan Indonesia (ERI) dan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah Universitas Suryakancana (Himaksy) sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Relawan bertajuk “Volt-Volunteer” pada Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Cianjur ini dihadiri oleh para mahasiswa yang tampak antusias mendalami dunia kemanusiaan.

Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai nilai, etika, serta prinsip dasar dalam kegiatan kerelawanan.

Sebagai aksi nyata dari teori yang dipelajari, acara ditutup dengan pembagian ratusan paket takjil dan sembako kepada pengguna jalan di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Solokpandan.

Setelah aksi sosial tersebut, para peserta mempererat silaturahmi melalui agenda buka puasa bersama di Sabore Kitchen.

Rojudin, selaku Ketua Umum ERI sekaligus pemateri, memaparkan bahwa esensi dari Sekolah Relawan kali ini adalah penguatan kode etik. Ia menekankan lima dimensi utama yang membedakan relawan dengan pekerja lainnya:
1. Relawan bukan merupakan pekerja karier.
2. Bekerja atas dasar ketulusan tanpa gaji atau honorarium.
3. Memiliki tanggung jawab yang khas dan berbeda dari tenaga profesional.
4. Memerlukan persiapan mental dan teknis yang spesifik untuk kegiatan sosial.
5. Memiliki identitas yang kuat terhadap organisasi dan masyarakat yang dibantu.

"Alasan utama seseorang terjun menjadi relawan adalah panggilan kemanusiaan dan murni kepedulian terhadap sesama," tambah Rojudin.

Ketua Himaksy, Novi Aulia Safitri, turut memberikan apresiasinya atas kelancaran acara ini. Ia mencatat bahwa kegiatan berbagi tahun ini terasa lebih terorganisir dan tepat sasaran dibandingkan periode sebelumnya.

Novi berharap sinergi antara Himaksy dan ERI tidak berhenti di sini, melainkan menjadi pembuka bagi berbagai program kolaborasi sosial lainnya di masa depan.

Melalui "Volt-Volunteer", diharapkan mahasiswa tidak hanya cakap dalam berteori, tetapi juga memiliki kepekaan untuk terjun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X