JOURNALNUSANTARA.COM - Banyak orang beranggapan bahwa makan berlebihan saat berbuka puasa adalah tiket pasti menuju rasa kantuk dan lemas saat melaksanakan salat tarawih. Fenomena "food coma" atau mengantuk hebat setelah makan memang nyata secara biologis, namun sebenarnya ada beberapa strategi cerdas agar tubuh tetap tegak dan bersemangat meski porsi makan Anda sedang maksimal. Kuncinya bukan sekadar pada jumlah kalori yang masuk, melainkan bagaimana Anda mengelola transisi dari meja makan ke sajadah.
Pertama, perhatikan komposisi nutrisi. Jika Anda makan banyak, pastikan tidak didominasi oleh karbohidrat sederhana atau gula tinggi yang menyebabkan lonjakan insulin secara mendadak. Lonjakan ini biasanya diikuti oleh penurunan energi yang drastis, yang justru membuat mata terasa berat saat rakaat pertama dimulai. Seimbangkan porsi besar tersebut dengan serat dari sayuran dan protein yang cukup agar proses pencernaan berjalan lebih stabil dan energi dilepaskan secara berkala.
Kedua, hidrasi adalah faktor krusial. Sering kali rasa lemas setelah makan banyak disebabkan oleh dehidrasi yang tersamarkan. Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup secara perlahan, bukan sekaligus dalam satu tegukan besar yang membuat perut terasa kembung dan begah. Air membantu proses metabolisme memecah makanan menjadi energi lebih efisien.
Selain itu, berikan jeda waktu yang cukup antara suapan terakhir dengan dimulainya salat. Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai menuju masjid dapat membantu merangsang peristaltik usus dan mempercepat proses pencernaan awal. Gerakan dalam salat tarawih sendiri sebenarnya berfungsi sebagai bentuk olahraga ringan yang, jika dilakukan dengan tumakninah, justru dapat membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Dengan niat yang kuat dan pengaturan jenis makanan yang tepat, perut yang kenyang tidak harus menjadi penghalang bagi kekhusyukan ibadah di malam Ramadan. Tubuh akan menyesuaikan diri asalkan kita tidak memaksanya bekerja terlalu keras dengan makanan yang sulit dicerna.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Bahasa Kemenangan (Bagian 2145 )
Stabilisasi Harga Ramadan, Pemkab Cianjur Gelar Gerakan Pangan Murah di Alun-Alun
Layanan Administrasi Kependudukan Gratis Hadir di Cianjur
Sambut Kehangatan Ramadan, Citimall Cianjur Hadirkan Deretan Bazar dan Wahana Seru Sepanjang Maret 2026
3 Puteri Indonesia Bakal Ramaikan Acara Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim di Cadasngampar
Mutiara Pagi: Seekor Semut (Bagian 2146)
Palestina Dukung Kemerdekaan Indonesia?
Aksi Sosial Bagong Mogok di Mande Jadi Inspirasi Pengusaha untuk Peduli Sesama
Resmi Dilantik, PC PMII Cianjur Siap Perkuat Kaderisasi dan Gerakan Sosial
Serunya Eco Green Pesantren di SMKN 2 Cilaku, Cara Kawan Ukhuwah Ajak Pelajar Cintai Lingkungan