Di tanah yang kering, di antara butir debu
tanpa suara nyaring berjalan tanpa ragu
tubuhnya kecil, hampir tak terlihat mata
namun tersimpan kebesaran Sang Pencipta
pada tubuhnya yang ringkih Tuhan menaruh daya
kebersamaan yang tak mudah sirna
mampu mengangkat beban jauh dari ukurannya
seolah berkata: “kecil bukan berarti tak bermakna”
langkahnya teratur, seakan membaca peta rahasia
dengan bahasa yang terbuat dari jejak kawannya
tanpa suara mereka saling mengerti
dalam kebersamaan mereka saling berbagi
sarangnya menggambarkan peradaban kecil
tertib, sabar, dan sangat terampil
dengan mencari penghidupan di jalan panjang
demi menjaga kelangsungan generasi mendatang
tak ada yang hidup hanya demi dirinya
semua bergerak dalam satu irama
sebuah pelajaran yang sangat berharga
tentang makna kebersamaan yang sesungguhnya
betapa sering manusia memandang rendah yang kecil
ketika merasa dirinya sudah berhasil
seekor semut menjadi kitab yang terbuka
bagi hati yang mau membaca keagungan-Nya
ketika seekor semut melintas di tanah
terdapat isyarat yang sangat bermakna
bahwa pada makhluk yang tampak lemah
tersembunyi hikmah yang luar biasa
Malang, 12 Maret 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Jadwal Sidang Isbat Idul Fitri Digelar 19 Maret 2026, Pemerintah dan Muhammadiyah Berpotensi Berbeda
Bupati Cianjur Tekankan Skala Prioritas Pembangunan dalam Rembug Warga di Desa Ciherang
Langkah Mandiri Persebaya, Otokritik bagi Federasi di Tengah Bayang Rasisme
Aksi Sujud Bupati Nias Utara, Jeritan Hati dari Beranda Terluar Indonesia
Puisi dan Religi
Mutiara Pagi: Bahasa Kemenangan (Bagian 2145 )
Stabilisasi Harga Ramadan, Pemkab Cianjur Gelar Gerakan Pangan Murah di Alun-Alun
Layanan Administrasi Kependudukan Gratis Hadir di Cianjur
Sambut Kehangatan Ramadan, Citimall Cianjur Hadirkan Deretan Bazar dan Wahana Seru Sepanjang Maret 2026
3 Puteri Indonesia Bakal Ramaikan Acara Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim di Cadasngampar